Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

'Taksi' Perahu Kecelakaan, Ini Yang Akan Dilakukan UPT Pantai Lombang

09 Juni 2019, 22: 40: 04 WIB | editor : Haryanto

KAIS REZEKI: Pemilik taksi perahu menunggu calon penumpang di bibir Pantai Lombang.

KAIS REZEKI: Pemilik taksi perahu menunggu calon penumpang di bibir Pantai Lombang. (Rofiqi/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP - Pantai Lombang yang terletak di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang menjadi salah satu destinasi wisata populer di Sumenep. Tapi, penempatan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan layanan jasa naik kuda serta 'taksi' perahu dikeluhkan warga.

Iskandar, Ketua Gerakan Pemuda Bersatu (GPB) Kecamatan Batang-Batang menuturkan, penertiban PKL harus terus dilakukan. "Belum dipasangnya papan nama area steril PKL atau plang kawasan PKL membuat petugas kewalahan melakukan penertiban," ujarnya.

Menurutnya, pemilik layanan jasa sewa kuda juga bebas berkeliaran karena tidak ada plang atau tanda khusus yang menjelaskan area tersebut merupakan kawasan PKL. “Seharusnya, ada area khusus untuk parkir kuda. Sehingga, tidak mengganggu pengunjung,” usulnya.

Anwar, Kepala UPT Wisata Pantai Lombang Sumenep mengaku tidak membutuhkan plang untuk membatasi area bagi PKL dan parkir kuda. “Sebab, selama ini cukup aman. Papan nama tidak dibutuhkan karena kami sudah menghimbau kepada PKL terkait area mangkal,” jelasnya.

Mengenai layanan jasa 'taksi' perahu, Anwar mengaku sudah menjelaskan aturan mainnya. Misalnya mewajibkan pemilik perahu menyediakan payung, tempat duduk dan pelampung. Sehingga, pengguna layanan jasa taksi perahu aman dan nyaman.

“Kami sudah mengingatkan 14 pengelola layanan jasa 'taksi' perahu. Tapi, mereka masih memaksa dan tidak memperdulikan peringatan kami. Jika terjadi kecelakaan, kami tidak mau bertanggungjawab," tandasnya. (Rofiqi)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia