Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Belum Ideal

09 Juni 2019, 16: 22: 02 WIB | editor : Abdul Basri

SANTAI: Warga berada di taman kota depan kantor Pemkab Sampang.

SANTAI: Warga berada di taman kota depan kantor Pemkab Sampang. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Banyak ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah Sampang. Namun, sampai saat ini ketersediaan RTH itu belum ideal. Baik dari segi kuantitas maupun dari sisi kualitas.

Dari segi kuantitas, jumlah RTH di Sampang belum mencapai 30 persen dari luas wilayah perkotaan. Padahal idealnya setiap kabupaten/kota harus menyediakan minimal 30 persen RTH. Sementara di Sampang hingga saat ini belum mencapai 10 persen.

Salah seorang warga Sampang Arif Kusuma menyebut bahwa sampai sekarang Kota Bahari masih termasuk kota yang gersang. Beberapa taman kota belum menjadi tempat yang nyaman bagi warga. Termasuk monumen Trunujoyo yang menurutnya masih minim fasilitas.

”Kalau menurut saya, fasilitas taman kota yang menjdi RTH itu belum ideal. Warga masih kurang nyaman menempatinya,” kata Arif kemarin (8/6).

Dia meminta agar Pemerintah Kabupaten Sampang terus melakukan pembenahan. Baik dari segi penyediaan sarana dan prasarana atau pun menambah luas RTH. Sebab, masyarakat sangat menginginkan Kota Sampang menjadi kota yang sejuk.

”Sampang ini menjadi kota perlintasan. Baik yang dari barat atau pun timur. Kalau tersedia RTH yang memadai, tentu akan sangat nyaman bagi warga,” tuturnya.

Di Sampang sendiri tersedia tujuh taman kota. Yakni, Taman Pemkab, Wijaya Kusuma, Wiyata Bahari, Bahagia, Monumen Trunojoyo, SMKN 2 Sampang, dan Taman Duren di Jalan Imam Bonjol. Taman-taman tersebut sebagian sudah menjadi tempat yang nyaman bagi warga. Tapi sebagian yang lain belum dilengkapi fasilitas lengkap.

Kabid Konservasi Rehabilitasi Lingkungan dan Pertamanan DLH Sampang Imam Irawan mengakui bahwa RTH di wilayahnya belum ideal. Tetapi pihaknya terus melakukan pembenahan setiap tahunnya. Pahkan DLH memiliki target agar setiap tahun ada penambahan RTH baru.

”Dalam setiap tahun kami menargetkan ada tambahan RTH sebanyak 0,8 persen,” kata Irawan.

Menurutnya tak mudah menambah RTH hingga mencapai titik ideal. Sebab pemkab Sampang juga kesulitan mencari lahan untuk dijadikan taman kota. Terlebih wilayah kota Sampang terbilang tidak terlalu luas. 

(mr/mam/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia