Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Ketersediaan Bidan Desa Belum Ideal

09 Juni 2019, 16: 13: 58 WIB | editor : Abdul Basri

TAK BEROPERASI: Sorang warga duduk di teras polindes Desa Sendir, Kecamatan Lenteng, kemarin.

TAK BEROPERASI: Sorang warga duduk di teras polindes Desa Sendir, Kecamatan Lenteng, kemarin. (ZAINAL ABIDIN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Pemerintah Desa (Pemdes) Sendir, Kecamatan Lenteng telah membangun fasilitas polindes pada 2017 lalu. Tetapi, hingga saat ini polindes tersebut tak beroperasi lantaran tidak ada bidan yang bertugas.

Kondisi tersebut mendapatkan keluhan masyarakat setempat. Warga berharap pemkab melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep bisa segera menempatkan bidan di polindes itu agar ibu hamil bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik.

Ahmad Farid, 31, warga setempat menuturkan, polindes tersebut disedikan sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat khususnya para ibu hamil. Hanya, sampai saat ini di desanya tidak ada tenaga kesehatan atau bidan yang bertugas di polindes itu.

”Polindes itu dibangun pemerintah desa. Tapi, sampai sekarang belum bisa beroperasi karena tidak ada petugasnya,” tuturnya kemarin (8/6).

”Dulu sempat ada bidan yang bertugas di sini. Tapi, tidak lama berhenti  karena tidak ada Polindes. Setelah disediakan tempat ternyata bidannya tidak ada,” imbuhnya.

Farid mengatakan, tidak adanya tenaga kesehatan atau bidan sangat dirasakan masyarakat. Khusunya para ibu hamil yang ingin memeriksakan kesehatan kehamilan.

”Ibu hamil di sini kurang mendapatkan pelayanan kesehatan. Beberapa hari lalu ada bayi yang meninggal di dalam kandungan karena minim pemeriksaan,” ungkapnya.

Dia berharap ada perhatian dari pemkab terutama dinas kesehatan. ”Pelayanan kesehatan ibu hamil harus maksimal. Karena itu menentukan kesehatan bayi yang akan lahir. Bayi itu merupakan generasi masa depan,” katanya.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Kepala Dinkes Sumenep A. Fatoni mengakui bahwa tidak semua desa sudah difasilitasi bidan. Sebab, selama ini jumlah bidan di Kota Keris minim dan tidak sebanding dengan jumlah desa yang harus ditangani. Yakni 334 desa.

”Kami memang masih kekurangan bidan. Apalagi, untuk ditempatkan di desa-desa,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Fatoni menyebut, jumlah bidan berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang dimiliki pemkab hanya sekitar 450 orang. Mereka bertugas di pondok bersalin desa (polindes) maupun puskesmas pembantu (pustu). Sementara, untuk Bidang PTT lebih banyak ditempatkan di kepulauan.

Jumlah bidan desa yang dimiliki Pemkab Sumenep masih jauh dari ideal. Minimnya ketersediaan bidan desa tersebut menghambat terhadap layanan kesehatan di tengah-tengah masyarakat. Idealnya, jumlah bidan desa yang dibutuhkan seribu orang agar pelayanan bidan bisa menyeluruh di semua desa di Sumenep.

(mr/nal/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia