Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Sampang Terbawah Se-Jatim

Nilai Unas Tingkat SMA Mayoritas di Bawah SKL

09 Juni 2019, 16: 06: 13 WIB | editor : Abdul Basri

Sampang Terbawah Se-Jatim

Share this      

SAMPANG – Kementerian Pendidikan telah mengumumkan hasil ujian nasional (Unas) 2019. Baik tingkat SMA sederajat maupun tingkat SMP sederajat. Hasilnya, tidak ada satu pun sekolah di Madura yang masuk dalam daftar sepuluh peraih nilai unas terbaik di Provinsi Jawa Timur.

Di tingkat SMP, sepuluh besar peraih unas terbaik rata-rata diraih oleh sekolah yang ada di Kota Surabaya. Ada pula dari Tuban, Jember, Gresik, dan Malang. Sementara dari Pulau Garam, tidak ada satu pun sekolah yang tercantum.

Hal yang sama juga terjadi di tingkat SMA dan sederajat. Perwakilan Surabaya masih mendominasi perolehan nilai terbaik Unas 2019. Kemudian Malang menempati urutan terbanyak kedua. Disusul dengan kabupaten-kabupaten lain di luar Pulau Garam.

Raihan minor dari hasil unas di Madura telah diketahui oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang. Hanya, Plt Kepala Bidang Pembinaan SMP Sampang Nur Alam enggan mengomentari hal tersebut. Alasannya, dia baru ditunjuk sebagai Plt Kepala Bidang Pembinaan SMP.

”Saya belum bisa memberikan keterangan. Sebab, saya baru ditunjuk menjadi Plt sejak 1 Juni lalu,” kata Nur Alam kemarin (8/6).

Untuk tingkat SMA, capaian Sampang lebih buruk lagi. Sampang menempati urutan terbawah peraih unas dari total 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Sebab, hampir semua berada di bawah standar kompetensi lulusan (SKL). Angka SKL minimal rata-rata 5,5. Sementara nilai rata-rata Sampang berada di bawah angka 5.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sampang Asyari mengatakan, banyak faktor yang memengaruhi rendahnya nilai unas. Salah satunya, sampai saat ini fasilitas pendidikan di Sampang kurang memadai. Hal itu karena mayoritas lembaga pendidikan tingkat SMA/SMK berstatus swasta.

Pihaknya akan terus berbenah agar hasil unas di tahun-tahun yang akan datang bisa lebih baik. Pihaknya meminta agar sekolah-sekolah melakukan analisis menyeluruh kenapa nilai unas rendah. Termasuk, juga mencari jalan keluar agar ke depan bisa lebih baik. ”Minimal nilai rata-rata bisa di atas SKL lah,” harapnya. 

(mr/mam/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia