Selasa, 18 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Warga Bangkalan Dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya Gara-Gara Ini

04 Juni 2019, 16: 57: 14 WIB | editor : Haryanto

MENAHAN SAKIT: Sumli saat mendapat perawatan medis.

MENAHAN SAKIT: Sumli saat mendapat perawatan medis. (Polres Bangkalan for RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN - Maslan harus berlebaran di sel tahanan. Sebab, pria berusia 55 tahun itu menganiaya Sumli, Senin (3/6) sekitar pukul 09.00. Akibatnya, korban mengalami luka cukup parah dan harus dievakuasi ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

Ceritanya, Sumli (40) mengendarai sepeda motor dan membonceng istrinya yaitu Soleha. Pasangan Suami Istri (Pasutri) itu hendak pulang ke rumahnya di Desa Klampis Timur, Kecamatan Klampis.

Sebelum tiba di rumah, bertemu Maslan. Tanpa alasan jelas, Maslan mencaci maki Sumli. Kaget perkataan kotor itu, Sumli menyarankan Maslan berhenti mencela. Sumli mengancam akan memukul jika Maslan tidak berhenti mencerca.

INTEROGASI: Maslan (berbaju orange) saat diperiksa polisi.

INTEROGASI: Maslan (berbaju orange) saat diperiksa polisi. (Polres Bangkalan for RadarMadura.id)

Untungnya, saat itu tidak terjadi perkelahian. Sumli dan istrinya lalu melanjutkan perjalanan pulang. Setiba di rumahnya, beberapa saat kemudian Sumli hendak keluar. Di jalan tidak jauh dari rumah Sumli, Maslan menghadang.

Tanpa babibu, Maslan menghunuskan pisau menyerang Sumli. Beruntung, Sumli bisa menghindar dan mengambil pelepah kelapa untuk melawan. Maslan menghunuskan pisaunya lagi dan mengenai perut Sumli. Korban jatuh terkapar.

Mendengar keributan, istri Sumli dan warga bernama Maruji mencoba melerai. Tapi, Maslan malah menyerang Maruji. Karena takut, Maruji menyelamatkan diri. Sementara Maslan, lalu meninggalkan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Menerima laporan penganiayaan, Polsek Klampis melakukan penyelidikan. Setelah mengantongi identitas terlapor, polisi memburu dan menciduk pelaku di rumahnya yang terletak di Desa Bragang, Kecamatan Klampis.

Kapolsek Klampis AKP Lukas Moch Efendi membenarkan telah menangkap Maslan. Pria berkumis itu disergap saat tidur. "Tersangka ditangkap pada Selasa (4/6) sekitar pukul 08.00. Kami juga mengamankan beberapa Barang Bukti (BB)," ujarnya.

Dijelaskan, Maslan sudah mengakui perbuatannya. Karena itu, penyidik menetapkan Maslan sebagai tersangka. "Maslan dijerat pasal 354 KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama delapan tahun," tegas mantan Kapolsek Burneh itu.

(mr/bam/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia