Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang
TL di Ketapang Mati

Dishub Arahkan Mengadu ke Sampang TLS

03 Juni 2019, 14: 12: 17 WIB | editor : Abdul Basri

RAMAI: Pengendara melintas di sekitar TL yang mati di pertigaan Jalan Raya Ketapang.

RAMAI: Pengendara melintas di sekitar TL yang mati di pertigaan Jalan Raya Ketapang. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Padatnya kendaraan di arus mudik Lebaran tidak dibarengi dengan ketersediaan rambu lalu lintas (lalin) yang memadai. Seperti traffic light (TL) yang mati di pertigaan Jalan Raya Ketapang.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), lampu TL terpasang di tiga sudut berlawanan. Yakni, arah yang menuju Kecamatan Robatal, Sokobanah, dan Tanjungbumi, Bangkalan. Tiga TL tersebut tidak berfungsi.

Ismail, warga sekitar, menuturkan, TL tersebut sudah lama tidak berfungsi. Dia tidak mengetahui pasti sejak kapan fasilitas umum tersebut mati. Sampai saat ini, pemerintah belum memperbaikinya.

Sejak TL mati, pengendara yang melintas di pertigaan tersebut kurang berhati-hati. Akibatnya, arus lalin tidak kerap semrawut. ”Pengendara saling serobot karena tidak ada rambu-rambunya,” bebernya kemarin (2/6).

Ismail menegaskan, di pertigaan tersebut sangat membutuhkan TL. Pertigaan itu dekat dengan pasar yang menjadi pusat keramaian. Dia berharap pemeritah segera memperbaikinya. Apalagi, saat ini dalam suasana arus mudik Lebaran.

Kasi Teknis Sarana dan Prasarana (TSP) Jalan Dishub Sampang Syahroni menyampaikan, sejak awal tahun pihaknya sudah menerapkan aplikasi yang bisa mengetahui perkembangan arus lalin. Aplikasi tersebut berfungsi sebagai pengaduan jika ada kerusakan fasilitas umum.

Jika ada penerang jalan umum (PJU) atau TL yang mati bisa melaporkan dengan menggunakan aplikasi Sampang traffic light streaming (TLS). ”Masyarakat yang punya jaringan internet bisa mengaksesnya di PlayStore,” terangnya.

Syahroni menambahkan, aplikasi tersebut bisa memantau pergerakan arus lalin secara streaming. Namun, lokasi yang terpantau hanya di empat titik yang terpasang closed circuit television (CCTV).

”Fiturnya banyak. Ada informasi terkait lalin, pengaduan kecelakaan, dan lain-lain. Masyarakat bisa melapor melalui aplikasi atau langsung pada kami,” tandasnya. (bil)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia