Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Tanah Merah dan Blega Langganan Macet

Prediksi Puncak Arus Mudik H-3 Lebaran

31 Mei 2019, 12: 26: 28 WIB | editor : Abdul Basri

PULANG KAMPUNG: Pemudik menggunakan sepeda motor memadati jalur roda dua di Jembatan Suramadu kemarin.

PULANG KAMPUNG: Pemudik menggunakan sepeda motor memadati jalur roda dua di Jembatan Suramadu kemarin. (A. YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Arus mudik di jalan akses Suramadu terpantau lancar. Hingga H-6 Lebaran kemarin (30/5) tidak ada tanda-tanda akan terjadi kemacetan total di pintu tol. Kendaraan roda empat terlihat normal. Hanya, kendaraan roda dua sedikit saling berdesak-desakan.

Puncak lonjakan kendaraan baru diperkirakan H-3 Idul Fitri pada Minggu (2/4). Pemicunya, para perantau yang bekerja di luar Madura mulai toron. Dampaknya, sejumlah titik diprediksi bakal terjadi kemacetan (lihat grafis).

Volume lalu lintas puncak arus angkutan Lebaran di Jembatan Suramadu diprediksi naik 5 persen atau 67.203 kendaraan. Tahun lalu, jumlah kendaraan pemudik yang melintas di jembatan ini sebanyak 1.344.071 unit. Tahun ini diperkirakan mencapai 1.411.274 unit.

Kasi Lalu Lintas Dishub Bangkalan Arief Eka Putra mengutarakan, setelah mendatangi beberapa titik pantau, belum terlihat ada lonjakan kendaraan signifikan. Jadi masih terpantau lancar. ”Tapi kalau sudah H-3 Lebaran, lonjakan penumpang mulai terlihat. Itu berkaca pada tahun-tahun sebelumnya,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Madura.

Menurut Arief, meski Tol Suramadu digratiskan, tidak ada jaminan untuk tidak macet. Sebab, di pintu tol sisi Madura dan Surabaya kendaraan tetap pelan-pelan. Tidak akan melaju cepat, sehingga berpotensi macet. ”Memang bisa jadi tidak separah waktu Suramadu belum digratiskan. Tapi, potensi macet tetap ada,” ujarnya.

Karena itu, sejumlah petugas melakukan pemantauan di jalan akses Suramadu. Tujuannya, mengantisipasi terjadinya antrean panjang. ”Nanti dishub bersama petugas yang lain stand by di sana siang malam,” tuturnya.

Bukan hanya jalan akses Suramadu, di beberapa pasar tradisional juga bakal mengalami kemacetan pada H-3 Lebaran. Misalnya, seperti Pasar Tanah Merah, Galis, Blega, dan lainnya. ”Tadi saya ke Pasar Patemon tidak terlalu macet. Hanya macet seperti hari biasanya. Tapi kalau H-3 lebaran, pasti macet,” tuturnya.

Arief menyampaikan, kemacetan di pasar tradisional itu bisa karena tempat parkir tidak tersedia optimal. Kemudian, banyaknya pedagang yang memakan badan jalan. Dengan demikian, kendaraan dari dua jalur berlawanan tidak punya keleluasaan untuk melintas. ”Pasar Blega dan Tanah Merah itu jadi langganan jelang Lebaran,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya dibantu petugas yang lain akan stand by di sejumlah titik berpotensi macet. Upaya itu diharapkan tidak ada pedagang yang buka lapak hingga memakan badan jalan. ”Nanti coba kami tertibkan. Termasuk, mengenai penataan parkirnya,” pungkasnya.

(mr/daf/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia