Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Kodam Perbantukan 200 Personel

TNI-Polri Bersinergi Jaga Keamanan

26 Mei 2019, 15: 30: 08 WIB | editor : Abdul Basri

SIAP: Ratusan personel TNI buka puasa di halaman Mapolres Sampang, Jumat petang (24/5).

SIAP: Ratusan personel TNI buka puasa di halaman Mapolres Sampang, Jumat petang (24/5). (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Pembakaran markas Polsek Tambelangan, Sampang, pada Rabu malam (22/5) menjadi perhatian banyak pihak. Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya juga memberikan perhatian khusus pada kasus tersebut. Terbukti, komando utama pembinaan dan operasional kewilayahan TNI angkatan darat itu langsung memerintahkan prajurit untuk diperbantukan ke Kota Bahari.

Dandim 0828/Sampang Letkol Czy Ary Syahrial mengatakan, ada dua kompi yang diperbantukan. Total keseluruhan 200 prajurit. Para prajurit itu tiba di Sampang Jumat (24/5) dan langsung menggelar buka puasa bersama di mapolres. ”Dari kodam kami mendapatkan perintah untuk membantu Polri,” kata Ary Syahrial.

Ratusan personel TNI itu akan diperbantukan sesuai dengan kebutuhan di polres. Mereka akan disebar ke tiap polsek agar Sampang kembali kondusif dan aman. ”Kalau mau mengambil langkah, laksanakan sesuai dengan hukum. Jangan sampai berbuat anarkistis seperti yang kemarin,” tegasnya.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengatakan, personel TNI itu akan disebar ke seluruh kecamatan. Selain dari TNI, ada juga personel dari Brimob dan Polres Sampang. Total personel yang akan disiagakan di polsek-polsek sekitar 350 orang.

Pihaknya memastikan kedatangan anggota TNI bantuan dari Kodam V/Brawijaya ini berkait erat dengan pembakaran kantor Polsek Tambelangan. Mereka diperbantukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi aksi anarkistis lagi.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan saat meninjau ke tempat kejadian perkara (TKP) menyebut pembakaran Mapolsek Tambelangan itu berawal dari hoaks. Sebelum kejadian, beredar video bahwa ada salah satu tokoh dari Pamekasan yang tidak bisa keluar dari area saat demonstrasi di Jakarta. Dari video hoaks itu kemudian memunculkan reaksi warga yang di luar kendali hingga berujung pembakaran.

Luki mengimbau masyarakat tidak terprovokasi informasi yang belum jelas. Senada dengan itu, Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman juga meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang beredar. Terlebih di tengah suasana politik saat ini banyak pihak-pihak yang berkepentingan untuk memprovokasi masyarakat. ”Jangan terprovokasi dengan berita-berita hoaks yang ada,” kata Budi.

Budi memastikan, Polri dan TNI akan selalu beriringan menjaga ketertiban dan keamanan Negara. Informasi yang coba mengadu domba kedua lembaga ini tidaklah benar. ”TNI-Polri sinergi,” tegasnya.

(mr/mam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia