Selasa, 10 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Peluru Kena Jari Kanan Tembus Paha Kiri

Kasus Penembakan Empat Kali sejak 2017

25 Mei 2019, 06: 30: 06 WIB | editor : Abdul Basri

RAWAT INTENSIF: Muzakkar keluar dari ruang operasi menuju ruang pasien di Rumah Sakit Nindhita Sampang kemarin.

RAWAT INTENSIF: Muzakkar keluar dari ruang operasi menuju ruang pasien di Rumah Sakit Nindhita Sampang kemarin. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Kasus penembakan kembali terjadi di Sampang. Kali ini peluru menyasar Muzakkar, pengusaha periuk asal Desa Pacanggaan, Kecamatan Pangarengan. Pria 47 tahun itu ditembak orang tak dikenal (OTK) saat hendak berangkat salat Tarawih Kamis (23/5) sekitar pukul 18.40.

Saat itu, pengusaha yang akrab disapa Haji Zakkar itu keluar dari rumahnya menggunakan sepeda motor menuju masjid. Sekitar 100 meter jarak perjalanan, dia ditembak oleh OTK dari arah berlawanan. Dua penembak menggunakan satu sepeda motor matik. ”Alhamdulillah, Allah masih melindungi saya,” kata Haji Zakkar saat ditemui di Ruang VIP Rumah Sakit Nindhita Sampang kemarin (24/5).

Dia menceritakan, setelah keluar dari rumahnya ada sepeda motor Satria membuntuti. Namun, tak lama motor tesebut menyalipnya. Kemudian, datang satu sepeda motor matik yang dikendarai dua orang dari arah berlawanan. Setelah hampir berpapasan, orang yang bonceng menembak dirinya.

”Satu kali tembakan senpi. Pelurunya kena jari kelingking dan jari manis, kemudian menembus paha kiri saya,” ungkapnya. Tempat kejadian perkara (TKP) di depan rumah saudaranya.

”Saya sempat berteriak kepada pelaku supaya kembali. Tapi, dia langsung mengebut. Jadi, saya langsung minta tolong kepada ponakan saya untuk diantar ke rumah,” paparnya.

Ketika sampai di rumahnya, dia langsung dibawa ke RSUD dr Muhammad Zyn untuk memperoleh perawatan medis. Kemudian, dirujuk ke Rumah Sakit Nindhita karena harus dilakukan tindakan operasi atas luka tembaknya. ”Badannya besar. Dua-duanya pakai topi, jadi saya tak bisa mengenali,” terangnya.

Fatihul Huda, 22, anak korban, menambahkan, pihaknya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sampang. Sampai saat ini, polisi belum menemukan selongsong dan peluru yang digunakan pelaku. ”Setahu saya, ayah itu tak punya musuh. Semoga polisi segera mengungkap pelaku,” harapnya.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman menyatakan, pihaknya sedang menggencarkan penyelidikan. Pihaknya juga melakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti. ”Kami belum mengetahui jenis senjata apa yang digunakan oleh pelaku. Sedang kami selidiki dan dalami,” terangnya. ”Sementara yang kita periksa korban dan keluarganya,” pungkas Budi.

Kasus penembakan ini bukan yang pertama di Sampang. Sejak 2017, sudah terjadi empat kali. Rabu, 14 Juni 2017 kasus serupa terjadi di Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah. Sahral, warga setempat, meninggal setelah tertembak. Polisi kemudian menetapkan Muhdi sebagai tersangka. Setelah menjalani persidangan, dia divonis delapan tahun oleh pengadilan.

Pada Rabu, 21 November 2018, penembakan merenggut nyawa Subaidi, warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah. Polisi menangkap Idris, warga Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah, sebagai tersangka. Oleh pengadilan, dia divonis seumur hidup.

Sementara itu, Rabu, 17 April 2019, Muarah, warga Kecamatan Banyuates, diduga menembak Wijdan. Tapi, tembakannya mengenai pergelangan tangan kanan Mansur, simpatisan Farfar, caleg DPRD Sampang. Seorang teman Muarah juga mengeluarkan senpi dan ditembakkan. Tembakannya meleset. Mansur merupakan warga Dusun Lonkebun, Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang. Kasus ini ditangani Polda Jawa Timur. 

(mr/luq/rus/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia