Selasa, 18 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Tangkap Lulusan SMA Kedapatan Bawa Sabu-Sabu

22 Mei 2019, 09: 40: 59 WIB | editor : Abdul Basri

TAK BERKUTIK: Faisal saat diinterogasi polisi di Mapolres Sumenep.

TAK BERKUTIK: Faisal saat diinterogasi polisi di Mapolres Sumenep. (SATRESNARKOBA FOR RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Faisal Zulmy Ferdiansyah, 32, terancam merayakan hari raya Idul Fitri di balik jeruji besi. Pria yang biasa disapa Icank warga Jalan Bambu Duri, Desa Gunggung, Kecamatan Batuan itu ditangkap polisi setelah kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu.

Ceritanya, Satresnarkoba Polres Sumenep menerima laporan dari masyarakat bahwa Icank sering membawa sabu-sabu ke wilayah Kecamatan Kota. Berbekal informasi tersebut petugas mulai melakukan pengintaian terhadap aktivitas pria lulusan SMA itu.

Senin (20/5) sekitar pukul 19.00, polisi menerima informasi bahwa Icank akan melintas di Kelurahan Karangduak, Kecamatan Kota. Tidak mau kecolongan, polisi lalu melakukan penyelidikan. Benar saja, Icank melintas di Jalan Nangka, Kelurahan Karangduak.

Setelah diberhentikan, Icank digeledah petugas. Dari tangan Icank, polisi menemukan barang bukti berupa 1 poket berisi sabu-sabu. Barang haram itu disimpan Icank di balik silikon HP-nya yang ditaruh di saku celana kanan bagian depan.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya satu plastik klip kecil berisi sabu-sabu 0,68 gram, 1 unit HP merek Oppo warna hitam bersilikon bening, dan 1 unit sepeda motor Yamaha Aerox warna hitam tanpa pelat nomor.

Kepada petugas, Icank mengakui barang haram itu miliknya. Setelah itu petugas membawa Icank beserta barang bukti di Mapolres Sumenep. Atas kepemilikan sabu-sabu itu, Icank dijerat pasal 114 ayat 1, subsider pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kasatresnarkoba Polres Sumenep AKP Sutrisno membenarkan penangkapan terhadap Icank. Kepada petugas Icank menyebut asal muasal barang haram itu didapatkan.

”Sudah disebut. Namanya Waris. Katanya orang Ganding. Setelah dicari yang namanya Waris di sana, tidak ada,” ungkap dia.

Sutrisno berjanji akan terus menyelidiki kasus tersebut. Akan terus mendalami asal muasal masuknya barang haram itu ke Kota Keris. ”Akan terus kami kembangkan,” janjinya. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia