Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Dishub Tak Sediakan Kendaraan Mudik Gratis

22 Mei 2019, 08: 45: 59 WIB | editor : Abdul Basri

PARKIR: Kasi Lalu Lintas Dishub Bangkalan Arief Eka Putra berada di dekat bus yang direncanakan dijadikan kendaraan cadangan menjelang Lebaran.

PARKIR: Kasi Lalu Lintas Dishub Bangkalan Arief Eka Putra berada di dekat bus yang direncanakan dijadikan kendaraan cadangan menjelang Lebaran. (DARUL HAKIM/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Menjelang Lebaran, pemerintah biasanya menyediakan kendaraan gratis untuk warga yang hendak mudik ke kampung halaman. Namun, tidak dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan. Instansi yang dipimpin Mulyanto Dahlan itu hanya menyediakan kendaraan cadangan khusus pemudik telantar.

Kasi Lalu Lintas Dishub Bangkalan Arief Eka Putra mengatakan, kendaraan untuk mudik gratis merupakan kewenangan UPT LLAJ Bangkalan. Sebab, mudik gratis adalah program pemprov. ”Ada beberapa orang yang ke sini (kantor dishub, Red) menanyakan mudik gratis. Kami arahkan ke UPT LLAJ untuk pendaftaran,” ujarnya.

Arief menambahkan, agar bisa menikmati kendaraan mudik gratis, calon penumpang harus mendaftar secara online. Untuk sementara, dishub hanya mencadangkan kendaraan bagi pemudik telantar.

”Kami ada kendaraan untuk mengangkut penumpang bila terjadi penumpukan penumpang. Misalnya, di Tangkel, ada penumpang yang menumpuk saat perbaikan jalan di Kecamatan Blega,” jelasnya. ”Kami sediakan kendaraan cadangan satu unit truk dan empat bus,” imbuhnya.

Pihaknya merencanakan kendaraan tersebut ditaruh di terminal kota, Tangkel, dan Pelabuhan Kamal. ”Untuk kendaraan gratis, kami tidak mengadakan. Yang mengadakan pemprov,” tegasnya.

Arief menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan Organda. Transportasi darat 54 unit untuk antarkota dalam provinsi (AKDP), 94 unit angkutan perdesaan, dan 18 unit angkutan kota. ”Untuk kendaraan laut di Ujung–Kamal tiga unit kapal,” terangnya.

Di Madura, kata Arief, tidak ada batasan angkutan barang. Jika di luar Madura, ada batasan di ruas tertentu. Misalnya, di jalan tol dan jalan nasional. ”Kami ada tiga posko rest area. Yaitu, di Terminal Kamal, Bancaran, dan rest area Suramadu,” sebutnya. 

(mr/rul/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia