Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Dinkes: Jajanan Bazar Takjil Aman Dikonsumsi

22 Mei 2019, 05: 01: 24 WIB | editor : Abdul Basri

PEDULI KESEHATAN: Pegawai Dinkes Bangkalan bersama petugas BPOM Surabaya melakukan sidak takjil di Alun-Alun Kota Bangkalan kemarin sore.

PEDULI KESEHATAN: Pegawai Dinkes Bangkalan bersama petugas BPOM Surabaya melakukan sidak takjil di Alun-Alun Kota Bangkalan kemarin sore. (DARUL HAKIM/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Para pemburu menu buka puasa di Bazar Takjil Ramadan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) tidak perlu khawatir. Setiap dagangan peserta dijamin layak dikonsumsi. Kepastian tersebut dipertegas dengan hasil inspeksi mendadak (sidak) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan kemarin (21/5).

Sidak yang bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya itu dimulai pukul 15.21. Dinkes bersama petugas BBPOM mendatangi satu per satu stan pedagang. Di samping itu mereka juga mengambil makanan dan minuman (mamin) untuk diuji coba langsung di lokasi.

Ada 40 macam mamin yang diambil sebagai sampel. Yakni, kerupuk, cincau, gorengan, sosis, cecek, dan lain-lain. ”Delapan puluh persen kami sudah selesai melaksanakan. Alhamdulillah negatif tidak mengandung zat berbahaya,” ungkap Sekretaris Dinkes Bangkalan Moh. Rasuli.

Rasuli menyatakan, sidak rutin digelar setiap tahun pada bulan Ramadan. Pihaknya bekerja sama dengan BBPOM Surabaya untuk mengecek mamin di depan Pendapa Bangkalan. Pihaknya melaksanakan sidak supaya mengetahui mamin yang dijual pedagang untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Zat-zat berbahaya yang diantisipasi seperti formalin, boraks, ataupun zat adiktif lainnya. ”Alhamdulillah aman untuk dikonsumsi. Kami juga mengambil berbagai macam sampel untuk diuji,” ungkapnya.

Sidak menu buka puasa dipusatkan di satu lokasi bazar takjil. Pihaknya juga merencanakan sidak ke toko modern pada akhir Ramadan. Seperti minimarket, swalayan, dan distributor mamin. ”Jika memang ada temuan kami akan tindaklanjuti. Seperti memberikan penjelasan kepada yang bersangkutan untuk menghindari makanan yang berbahya kepada masyarakat,” jelasnya.

Kepala BBPOM Surabaya Bagus Gerameta mengatakan, dari 40 sampel mamin, hanya tiga mamin yang perlu dites ke laboratorium di Surabaya. Sebab, tiga mamin tersebut butuh penelitian lebih lanjut selain dicek di lokasi. ”Kami akan mengecek di laboratorium di Surabaya untuk memastikan benar-benar positif atau cuma karena reaksi warna,” imbuhnya.

Pihaknya akan memberikan pembinaan cara memilih produk yang aman. Selain itu, akan menjelaskan cara memproduksi yang benar dan higienis. ”Sebelum membeli makanan, dicek terlebih dahulu. Misalnya, melihat kemasannya rusak atau tidak, melihat jadwal kedaluwarsa makanan, dan lain-lain,” pesannya.

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia