Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Pelayanan Datuk Duda Tak Maksimal

22 Mei 2019, 04: 59: 14 WIB | editor : Abdul Basri

BELUM MAKSIMAL: Warga melakukan perekaman data e-KTP di kantor Dispendukcapil Sumenep.

BELUM MAKSIMAL: Warga melakukan perekaman data e-KTP di kantor Dispendukcapil Sumenep. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep berupaya mempercepat pelayanan pengurusan e-KTP. Salah satunya dengan membuka pelayanan Data Tuntas di Kecamatan, Dokumen Datang (Datuk Duda). Namun, pelayanan tersebut tidak maksimal karena sejumlah kecamatan tidak bisa melayani perekaman.

Kepala Dispendukcapil Sumenep Ach. Zaini mengatakan, pelayanan Datuk Duda merupakan program inovasi instansinya. Tujuannya, mempercepat pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Pihaknya memaksimalkan pelayanan pengurusan e-KTP di seluruh kecamatan. Mulai data formulir pengajuan hingga perekaman.

Kemudian, kecamatan mengirimkan data tersebut ke dinas melalui surat elektronik (surel). Salanjutnya, warga atau pemohon datang ke dinas untuk mendapatkan e-KTP. Dengan pelayanan itu, pengurusan e-KTP lebih cepat. Pengurusan e-KTP bisa selesai sehari.

Dengan catatan, semua syarat yang diajukan pemohon lengkap dan tidak terjadi gangguan jaringan server di pusat. ”Bahkan, untuk warga di kepulauan tidak perlu datang ke kantor untuk mengambil KTP-nya. Kami sudah bekerja sama dengan PT Pos untuk mengantarkan dokumen itu dan itu gratis,” katanya kemarin (21/5).

Pihaknya tidak menampik bahwa hingga saat ini pelayanan tersebut belum maksimal. Ada sejumlah kecamatan daratan dan kepulauan yang tidak bisa melayani perekaman. Sebab, sejumlah kecamatan itu tidak mempunyai alat perekaman. Ada juga yang sudah rusak. Karena itu, warga harus datang ke dinas atau melakukan perekaman di kecamatan lain.

Kecamatan yang tidak bisa melayani perekaman yaitu Kecamatan Bluto, Pragaan, Kangayan, Arjasa, dan Sapeken. Dispendukcapil sudah menganggarkan dana untuk pengadaan dan perbaikan alat perekaman di kecamatan tersebut.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan, baik KTP maupun KK, agar segera mengurus ke kecamatan atau ke dinas. Sebab, dokumen kependudukan itu penting dimiliki dan menjadi bukti. ”Tiap semester kami meng-update data warga yang belum dan sudah memiliki e-KTP. Karena itu digunakan untuk program pembangunan,” harapnya.

Ketua Komisi I DPRD Sumenep Abd. Hamid Ali Munir meminta dispendukcapil memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan. Dinas hendaknya bisa jemput bola ke kecamatan yang tidak bisa melayani perekaman.

Politikus PKB itu mendesak agar program penerbitan e-KTP bisa tuntas dalam tahun ini. Dengan demikian, dinas bisa mulai menggarap program kartu identitas anak (KIA). ”Secara persentase, progres penerbitan e-KTP di sumenep paling tinggi di Madura. Itu harus dijadikan dorongan semangat bagi dinas untuk segera menuntaskan program tersebut,” katanya.

(mr/nal/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia