Kamis, 27 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Nelayan Keluhkan Sarana Dermaga

22 Mei 2019, 04: 57: 30 WIB | editor : Abdul Basri

MINIM SARPRAS: Warga berada di dermaga pelabuhan rakyat Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan, kemarin.

MINIM SARPRAS: Warga berada di dermaga pelabuhan rakyat Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan, kemarin. (ZAINAL ABIDIN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Bangunan dermaga pelabuhan rakyat di Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan, Sumenep, masih bagus. Lengkap dengan pintu gerbang dan terletak di pinggir Jalan Raya Sumenep–Pamekasan. Selama ini, banyak warga yang memanfaatkan dermaga tersebut untuk menyeberang ke kepulauan.

Misalnya, ke Pulau Giligenting, Gilingan, hingga Situbondo. Namun, hingga saat ini warga mengeluhkan minimnya sarana dan prasarana (sarpras) di dermaga tersebut. Pantauan Jawa Pos Radar Madura, lampu penerangan di dermaga hanya dua. Tidak ada toilet maupun tempat istirahat.

Abdur Rohim, nelayan Desa Aeng Panas, menuturkan, sejak dibangun, dermaga tersebut tidak dilengkapi sarpras yang memadai. Misalnya, lampu dan fasilitas lainnya. Padahal, selain menjadi tambatan perahu bagi nelayan, dermaga itu menjadi tempat penyeberangan ke kepulauan.

”Banyak warga kepulauan yang naik dan turun dari kapal di dermaga itu. Baik siang maupun malam. Tapi, selama ini tidak didukung dengan penyediaan sarpras yang memadai,” tuturnya.

Pria 37 tahun itu berharap, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep lebih serius membangun dermaga tersebut. Yakni, dengan memasang atau melengkapi fasilitas penunjang dermaga. Misalnya, lampu penerangan dan toilet umum agar masyarakat aman dan nyaman saat memanfaatkan dermaga.

”Kalau malam dermaga gelap karena lampu penerangan hanya ada dua. Sejak sepekan lalu, banyak warga Giligenting yang mudik dan menyeberang dari situ. Kami harap, dishub memperhatikan sarpras dermaga,” katanya.

Kepala Dishub Sumenep Sustono menyatakan, dermaga Aeng Panas masuk kategori pelabuhan kecil. Dermaga itu berfungsi sebagai landasan atau tambatan perahu nelayan. Karena itu, dermaga tersebut tidak dilengakapi sarpras atau fasilitas yang memadai.

”Dermaga itu untuk membantu nelayan menambatkan perahu dan membawa hasil tangkapan ikan ke pinggir. Pembangunannya sudah sesuai dengan perencanaan,” terangnya.

Pihaknya belum bisa mengembangkan pembangunan sarpras dermaga Aeng Panas. Karena itu, dishub memang tidak mengangarkan dana untuk pengembangan sarpras dermaga itu. Pihaknya menginginkan dermaga itu dikelola dan dikembangkan badan usaha milik desa (BUMDes).

”Pembangunan dan pengembangan bisa dialokasikan melalui dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD),” tukasnya.

(mr/nal/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia