Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Wabup Berbagi Takjil Bersama FKUB

20 Mei 2019, 05: 29: 42 WIB | editor : Abdul Basri

BERSATU KITA TEGUH: Wabup Sumenep Achmad Fauzi (lima dari kiri) berfoto bersama FKUB di depan Labang Mesem, Sabtu (18/5).

BERSATU KITA TEGUH: Wabup Sumenep Achmad Fauzi (lima dari kiri) berfoto bersama FKUB di depan Labang Mesem, Sabtu (18/5). (HUMAS PEMKAB FOR RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Achmad Fauzi bagi-bagi takjil bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Sabtu (18/5). Kegiatan sosial di depan Labang Mesem itu mendapat perhatian masyarakat.

Achmad Fauzi mengaku sangat senang bisa bagi-bagi takjil kepada masyarakat. Dia juga mengapresiasi FKUB yang bersedia menyajikan hidangan berbuka bagi umat Islam yang menunaikan ibadah puasa.

Fauzi bersyukur dengan adanya aksi sosial FKUB di Kota Keris. Terlebih, FKUB juga menggelar kegiatan sosial ke setiap kabupaten untuk memelihara perbedaan umat dalam beragama. ”Forum ini (FKUB) keberadaannya sangat penting,” katanya.

MERAKYAT: Wabup Sumenep Achmad Fauzi menyerahkan takjil kepada tukang becak di depan Labang Mesem, Sabtu (18/5).

MERAKYAT: Wabup Sumenep Achmad Fauzi menyerahkan takjil kepada tukang becak di depan Labang Mesem, Sabtu (18/5). (HUMAS PEMKAB FOR RadarMadura.id)

Menurut Fauzi, FKUB menjadi wadah silaturahmi antar umat beragama. Pihaknya berharap, FKUB bisa menjadi pelopor agar perbedaan keyakinan di Sumenep tidak menjadi masalah bagi semua pemeluknya.

”FKUB dapat menjaga silaturahmi agar tujuan, keinginan, dan harapan bersama, serta kesatuan dan persatuan bisa terjaga,” ujarnya.

Politikus muda itu mengutarakan, dari dulu tidak pernah ada problematika di Kota Keris mengenai dengan isu suku, agama, rasa, dan antargolongan (SARA). Dengan demikian, pihaknya menitipkan kepada FKUB serta masyarakat agar bisa menjaga kerukunan yang selama ini terjaga.

”Salah satu bukti bahwa tidak ada persoalan, yaitu tempat ibadah berdekatan dan tidak menjadi masalah di antara satu dan yang lainnya,” terangnya.

Fauzi mengimbau agar masyarakat bisa bergandengan tangan tanpa latar belakang perbedaan agama. ”Semua saling menghormati. Fokus beribadah sesuai agama dan keyakinannya,” imbaunya.

Penulis buku Saatnya Move On itu menambahkan, sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia, harus menjadi ideologi bersama demi mewujudkan bangsa yang harmonis dan saling menghargai. Fauzi meyakini perbedaan dapat membawa kebaikan bersama. ”Terkadang perbedaan ini bisa membawa keindahan kepada kita,” sambungnya.

Bagi-bagi takjil yang dilakukan bersama FKUB tersebut memupuk toleransi yang selama ini terjaga di ujung timur Pulau Madura itu. Fauzi berharap bisa melaksanakan kegiatan tersebut bersama FKUB di tahun-tahun yang akan datang.

”Bagi-bagi takjil akan meningkatkan jalinan silaturahmi antar pemeluk agama, sehingga Sumenep tetap aman dan damai,” tandasnya. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia