Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Korban Kekerasan Perempuan dan Anak Tak Lapor Polisi, Ini Alasannya

19 Mei 2019, 10: 40: 54 WIB | editor : Haryanto

Ilustrasi korban kekerasan perempuan dan anak.

Ilustrasi korban kekerasan perempuan dan anak. (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Share this      

SAMPANG - Kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak di Sampang masih tergolong tinggi. Sebab, jumlah kasus dalam tiga bulan sebanyak 10 perkara. Ironisnya, masih banyak warga yang belum melapor.

Masruhah, Kabid PPPA Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Sampang membenarkan hal tersebut. "Alasan tidak melapor karena beranggapan aib keluarga," katanya.

Menurut Masruhah, salah satu alasan kerabat korban tidak melapor adalah, sebagian besar pelaku kasus tersebut masih terikat hubungan kekerabatan. "Keluarga korban pun dilema. Kebanyakan pelakunya masih berkerabat," terangnya.

Karena tidak ada yang melapor, sambung Masruhah, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa dideteksi. "Kecuali, keluarga korban tidak terima dan melapor ke polisi. Kalau demikian, kami mendampingi korban agar tidak trauma," paparnya.

Dijelaskan, pihaknya sudah membentuk tim teknis Konseling Informasi dan Edukasi (KIE). Setiap kecamatan, terdapat satu orang. "Mereka bertugas mensosialisaikan kepada lembaga pendidikan sekolah mulai PAUD sampai SMA. Termasuk posyandu dan organisasi perempuan," imbuhnya. (Moh Iqbal)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia