Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Warga Raas Segera Nikmati Listrik

Kuota 2 Ribu Pelanggan, Sehari Menyala 12 Jam

19 Mei 2019, 06: 18: 17 WIB | editor : Abdul Basri

SEBENTAR LAGI: Pengendara motor melintas di jalan dekat tiang jaringan listrik di depan kantor Kecamatan Raas, Sumenep, Jumat (17/5).

SEBENTAR LAGI: Pengendara motor melintas di jalan dekat tiang jaringan listrik di depan kantor Kecamatan Raas, Sumenep, Jumat (17/5). (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Penantian panjang masyarakat Kecamatan Raas untuk menikmati listrik bakal segera terpenuhi. Jaringan dan mesin pembangkit siap menyalurkan listrik ke rumah warga.

Camat Raas Didik Wahyudi menyampaikan, mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sudah siap dioperasikan. Uji coba mesin pembangkit akan dilakukan pada Rabu, 22 Mei 2019. Jika tidak ada kendala, penyaluran listrik ke rumah-rumah warga akan langsung dilakukan pada 28 Mei.

”Mesin sudah ready. Tinggal running test. Insyaallah 22 Mei mulai masa percobaan,” ungkapnya Jumat (17/5).

Didik mengungkapkan, hingga saat ini sudah 1.565 warga yang mendaftar sebagai pelanggan. Namun, mereka belum melengkapi berkas administrasi. PLN membatasi 2.000 pelanggan berdasar daya pembangkit.

”Sementara hidupnya 12 jam. Dari pukul 17.00 sampai 05.00,” kata Didik saat ditemui di kantor Kecamatan Raas.

Jumlah penduduk berdasarkan data pemilih tetap (DPT) pemilu 2019 di Kecamatan Raas 30 ribu orang. Artinya, penduduk yang tinggal di kecamatan tersebut lebih dari jumlah yang ada di DPT. Kuota 2.000 pelanggan yang disediakan memang belum bisa menampung semua masyarakat.

Untuk itu, progres kelistrikan itu akan diupayakan bisa melayani 4 ribu sampai 5 ribu pelanggan. Kecamatan Raas terdiri atas 9 desa. Ada 7 desa di Pulau Raas. Yakni Desa Ketupat, Jungkat, Karopo, Alas Malang, Karang Nangka, Poteran, dan Brakas. Sementara dua desa lain terpisah pulau, yakni Desa Tonduk dan Guwa-Guwa.

”Di dua desa ini sudah ada PLTD juga. Rencananya akan diganti menjadi PLTS (pembangkit listrik tenaga surya, Red). Jaringan sudah terbangun di sana,” kata Didik.

Untuk pembangkit di Pulau Raas, mesin diesel ditempatkan di Desa Karang Nangka. Berdasarkan hasil penghitungan, bahan bakar minyak (BBM) yang dibutuhkan diperkirakan 2,5 ton sampai 3 ton solar per hari.

Pelanggan nanti akan dikenakan tarif sesuai pemakaian. Sebab, menggunakan sistem pascabayar. Jika nantinya listrik PLTD benar-benar sudah tersalurkan, pelanggan diharapkan tertib dan disiplin membayar tagihan. Mengingat biaya operasional pembangkit listrik juga tinggi.

”Agar PLN tidak rugi. Kalau pelanggan ke depannya masih banyak, pastinya nanti akan menambah mesin lagi,” paparnya.

Didik menambahkan, saat ini ada dua mesin PLTD untuk kepulauan Raas. Sebelum itu, tiang untuk jaringan ini sudah disediakan dari Kangean Energy Indonesia (KEI). Bagian dari program corporate social responsibility (CSR) KEI.

Sementara itu, Manajer ULP PT PLN (Persero) Kangean Hendy Pranata menerangkan, pekan depan pihaknya akan melakukan sinkronisasi mesin. Diperkirakan setelah uji coba bisa langsung disalurkan ke rumah-rumah warga.

”Kami harapkan nanti para pelanggan bisa bekerja sama dengan baik. Sudah ada sekitar 1.500-an pelanggan. Kami siapkan untuk 2 ribu pelanggan sementara,” tandasnya.

(mr/bad/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia