Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Features

Kiprah Alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru

Siarkan Slogan Ilmu-Amaliah dan Amal-Ilmiah

19 Mei 2019, 06: 13: 14 WIB | editor : Abdul Basri

TETAP SEMANGAT: Anggota IASBA mengikuti kajian kitab pengasuh di Ponpes Miftahul Ulum Kebun Baru pada 2008.

TETAP SEMANGAT: Anggota IASBA mengikuti kajian kitab pengasuh di Ponpes Miftahul Ulum Kebun Baru pada 2008. (SICHOL ANWAR FOR RadarMadura.id)

Share this      

Memiliki ilmu tapi tidak diamalkan itu tidak bermanfaat. Mengamalkan sesuatu tanpa ilmu itu akan sia-sia. Slogan itulah yang menjadi motivasi bagi alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru.

MOH. ALI MUHSIN, Pamekasan

TIDAK ada kata berhenti belajar bagi Ikatan Alumni Santri Kebun Baru (IASBA). Meskipun sudah keluar dari pesantren, mereka tetap belajar dan mengaji. Hadis Rasulullah SAW, ”Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat” menjadi motivasi.

BERWIBAWA: Sichol Anwar selaku Sekum IASBA.

BERWIBAWA: Sichol Anwar selaku Sekum IASBA. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Komitmen tersebut diimplementasikan dalam program IASBA. Setiap dua bulan sekali mereka mengikuti kajian kitab Riyadhus Shalihin. Kitab itu diempu langsung oleh Pengasuh Miftahul Ulum Kebun Baru KH Misbahul Munir.

Sekretaris Umum IASBA Sichol Anwar mengatakan, kajian kitab tersebut digelar agar alumni menyadari bahwa menuntut ilmu tidak hanya di saat menjadi santri. Namun, alumni wajib mencari ilmu sampai akhir hayat.

”Karena itu, program yang digagas oleh pengurus itu sudah direstui oleh pengasuh,” terangnya saat ditemui di Ponpes Miftahul Ulum Kebun Baru, Desa Kacok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Minggu (12/5).

Melalui program tersebut, alumni memiliki kesempatan untuk tetap belajar kepada kiai. Dengan demikian, ikatan emosional dan silaturahmi tetap terjalin. ”Silaturahmi tetap berjalan dan tidak putus. Sebab, biasanya, ketika santri sudah berhenti dari pondok, lupa pada almamaternya,” ujarnya.

Dalam setiap pertemuan, ada pesan kiai yang selalu melekat dan diingat oleh alumni. Kiai selalu berpesan agar alumni mengamalkan ilmunya dan tetap taat kepada guru. ”Mulai dulu, semboyan di Kebun Baru yaitu ilmu manfaat, ilmu yang amaliah, dan amal yang ilmiah,” terangnya.

Organisasi dengan visi terwujudnya alumni yang khairah ummah di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara ini juga ikut serta dalam mendukung perekonomian ponpes. Sebab, salah satu tujuan program IASBA juga bisa memberikan sumbangsih kepada pondok. ”Seperti kopontren dan sektor usaha-usaha lainnya,” terang Sichol Anwar.

Sichol menjelaskan, organisasi ini berhaluan Islam ahlusunah waljamaah. Kehadirannya untuk mewujudkan peran sebagai khalifah fi al-ardhi. IASBA sebagai organisasi kader berasaskan Pancasila mempunyai komitmen kemasyarakatan dan kebangsaan secara utuh dan profesional. Komitmen itu diaktualisasikan melalui partisipasi dalam pembangunan yang adil dan demokratis.

Karena itu, IASBA senantiasa aktif dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Perwujudan nyata dari hasil dialektika itu adalah komitmen organisasi terhadap persoalan-persoalan mendasar pada masyarakat dan kemanusiaan. ”Meliputi pemberdayaan pendidikan, ekonomi, dan wawasan kebangsaan melalui pengaderan,” terangnya.

Sebagai pengejawantahan cita-cita pondok pesantren, IASBA selalu berusaha mempertimbangkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai ma’hadiyah salafiyah sebagai ciri khas kaum santri dari masa ke masa. Tentunya, kata dia, dengan tidak merendahkan nilai nilai Islam yang universal dan esensial.

”Agar kader organisasi tidak bersifat paradoks dengan lingkungan sekitarnya dan sebagai upaya menyosialisasikan nilai-nilai Islam,” terang warga Dusun Angsokah Timur, Desa Palengaan Daja, Kecamatan Palengaan, itu.

Struktur organisasi ini terdiri atas pengurus pusat, kabupaten, kecamatan, dan desa hingga dusun. Struktur di empat kabupaten di Madura sudah terbentuk. Sementara untuk kabupaten di luar Madura masih belum disentuh.

”Di luar Madura akan kita sentuh juga untuk menjelaskan program-program organisasi ini,” kata pria yang saat itu berjubah putih.

Selama ini, pengurus IASBA turun untuk menyosialisasikan program organisasi ke desa-desa atau kecamatan yang ada alumninya. Tujuannya, agar para alumni paham terhadap perkembangan organisasi dan ponpes. ”Harapannya, almuni juga memberikan sumbangsih pemikiran untuk kemajuan ponpes dan pengabdian organisasi untuk umat dan bangsa,” tandas Sichol.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia