Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Wisata Melimpah, SDM Masih Rendah

18 Mei 2019, 15: 30: 21 WIB | editor : Abdul Basri

DAYA TARIK: Pengunjung berada di wisata Bukit Tinggi, Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Rabu (15/5).

DAYA TARIK: Pengunjung berada di wisata Bukit Tinggi, Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Rabu (15/5). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Pengembangan wisata menjadi program prioritas nasional. Pemerintah daerah diharapkan maksimal mengelola dan mengembangkan wisata. Mulai dari pembangunan hingga kualitas sumber daya manusia (SDM).

Anggota Komisi X DPR RI Zairina mengatakan, Sumenep rajanya destinasi wisata Madura. Dari daratan hingga kepulauan, mulai wisata alam, buatan, sejarah, hingga kuliner, Kota Keris memiliki potensi luar biasa. Namun, sampai saat ini pengembangan wisata kurang maksimal.

Salah satunya pengembangan Pulau Gili Labak. Pulau mungil yang masuk wilayah Desa Kombang, Kecamatan Talango, itu memilik pesona alam yang bagus. Pasir putih dan terumbu karang yang indah menjadi daya tarik. ”Keindahan Gili Labak tidak diragukan. Tidak sedikit anggota parlemen di Senayan yang ingin berkunjung ke sana,” ungkapnya kepada RadarMadura.id (JPRM) Kamis (16/5).

Pengembangan wisata menjadi program prioritas ketiga setelah migas. Karena itu, pemerintah daerah harus aktif berkoordinasi dengan pusat terkait peningkatan SDM pariwisata. Zairina berharap, program visit menjadi pintu awal pengembangan wisata di Madura.

Tempat wisata di semua daerah diharapkan menjadi tulang punggung untuk kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semakin banyak wisatawan berkunjung, maka dampak ekonominya juga semakin dirasakan warga. ”Wisatawan yang datang itu mereka beli makanan, beli air, belanja, dan menginap,” ucapnya.

Politikus Partai Hanura itu berharap SDM pariwisata ditingkatkan. Menurut dia, sebagus apa pun potensi dan sebanyak apa pun dana pengembangan wisata, jika tidak didukung dengan manajemen dan SDM yang memadai, akan sulit berkembang. SDM pengelola merupakan tolok ukur dari kemajuan tempat wisata. ”Dibandingkan dengan Banyuwangi, pembangunan sarana-prasarana wisata di Sumenep masih lebih bagus, tapi kalah di bidang SDM-nya,” katanya.

Zairina menambahkan, tempat wisata juga harus bersapta pesona dan didukung dengan masyarakat sadar wisata. Sapta pesona merupakan kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan. ”Sapta pesona ada tujuh unsur, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Semua harus diwujudkan di tempat wisata agar pengunjung nyaman dan tertarik datang lagi,” jelasnya.

Kabid Pariwisata Disparbudpora Sumenep Imam Buchari mengakui SDM pariwisata relatif rendah. Karena itu, instansinya menjalankan program peningkatan SDM. Berupa pembentukan dan pelatihan kelompok sadar wisata (pokdarwis) serta sosialisasi terhadap pihak swasta pengelola tempat wisata. ”Kami juga akan bekerja sama dengan travel wisata,” katanya.

Kepala Disparbudpora Sumenep Carto menyampaikan, pihaknya membentuk paket-paket wisata. Selain itu, mengupayakan kedatangan wisatawan mandiri. ”Wisatawan, baik wisatawan dalam negeri maupun luar negeri, berkunjung tanpa harus melalui paket perjalanan,” ungkapnya kemarin.

Paket perjalanan yang masuk tahun ini 10. Setiap paket terdiri atas 200 wisatawan mancanegara (wisman). Awal Mei 2019 ada 105 wisatawan asing datang secara mandiri. ”Kalau domestik lebih didominasi kedatangan secara mandiri,” kata pria asal Cilacap, Jawa Barat, itu.

Untuk mencapai hal itu, pihaknya mengaku akan kian gencar melakukan promosi wisata. Namun, promosi tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Perlu keterlibatan pihak lain yang berhubungan dengan kepariwisataan.

Mulai agen perjalanan, hotel, restoran, hingga pengelola wisata. Para pengelola juga diharapkan bisa menawarkan kunjungan wisata menyesuaikan dengan kalender-kalender wisata di Sumenep. ”Agar kunjungan wisatawan mandiri lebih meningkat. Orang akan semakin tertarik ketika banyak pihak yang mempromosikan,” tuturnya.

(mr/nal/bad/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia