Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Pemilik Minta Stop Penyelidikan

Kerugian Capai Rp 400 Juta

18 Mei 2019, 15: 27: 32 WIB | editor : Abdul Basri

LUDES: Pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Jalan Raya Saronggi, Kecamatan Saronggi, Kamis malam (16/5).

LUDES: Pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Jalan Raya Saronggi, Kecamatan Saronggi, Kamis malam (16/5). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP Penyebab kebakaran pom mini di Desa/Kecamatan Saronggi, Sumenep, Kamis malam (16/5) masih menjadi teka-teki. Namun, pemilik usaha meminta polisi menghentikan penyelidikan.

Pemilik pom mini Ruqi Abdillah mengungkapkan, akibat kebakaran tersebut, dirinya mengalami kerugian hingga Rp 400 juta. Sampai saat ini, belum ada pihak yang mengetahui penyebab kebakaran di Jalan Raya Sumenep–Pamekasan itu. ”Kronologinya, tidak ada yang tahu pasti karena karyawan saya masih di rumah sakit,” ucapnya kemarin (17/5).

Pria yang juga anggota DPRD Sumenep itu mengungkapkan, si jago merah membakar pompa bensin. Selain itu, ada dua ruangan lain yang turut dilalap si jago merah. Yaitu, musalah dan tempat penampungan bahan bakar.

Politikus PKB asal Desa Talang, Kecamatan Saronggi, itu menegaskan, pihakanya sudah mengambil keputusan tidak memperpanjang persoalan. Dia meminta polisi tidak menghentikan penyelidikan.

”Murni kecelakaan. Saya sudah membuat pernyataan di polsek bahwa tidak akan melakukan tuntutan apa-apa,” kata Ruqi.

Dia mengungkapkan, sampai saat ini karyawannya yang mengalami luka bakar masih dirawat di RSUD Moh. Anwar. Korban atas nama Nanang Rois (bukan Nanang Qosim), 34. warga Desa Talang, Kecamatan Saronggi, itu merupakan kerabat Ruqi. ”Makanya, saya siap mengambil keputusan untuk tidak menuntut apa pun,” imbuhnya.

Di tempat terpisah, Supyan, 69, orang tua Nanang Rois, membenarkan putranya saat ini menjalani perawatan di RSUD. Bapak dua anak itu mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. ”Di dadanya yang banyak terbakar,” ucapnya saat ditemui di RSUD Moh. Anwar.

Supyan mengungkapkan, Nanang sudah sadar. Meski begitu, bapak dua anak itu masih syok dan belum bercerita apa pun terhadap kebakaran yang menghanguskan tempat dia berkerja. ”Tidak ada yag tahu. Kalau Nanang belum bicara apa pun,” ujarnya.

Kapolsek Saronggi Iptu Muhammad Rahmatullah mengakui bahwa Ruqi Abdillah meminta penyelidikan dihentikan. ”Kami sudah berkoordinasi dengan pemilik dan pemiliknya menerima kalau itu musibah,” tandasnya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia