Rabu, 13 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan
PDIP-Perindo Hanya Terpaut 20 Suara

Partai Banteng Moncong Putih Bakal Gugat ke MK

16 Mei 2019, 16: 27: 42 WIB | editor : Abdul Basri

Partai Banteng Moncong Putih Bakal Gugat ke MK

Share this      

PAMEKASAN – Perebutan kursi DPRD Pamekasan daerah pemilihan (dapil) 5 belum sepenuhnya usai. PDI Perjuangan bakal menggugat hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU Pamekasan itu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat kabupaten, PKB keluar sebagai pemenang di dapil yang meliputi Kecamatan Larangan, Galis, dan Pademawu. Total perolehan partai berlambang bumi dikelilingi sembilan bintang itu 17.059 suara.

Disusul PBB yang mendapat 15.102 suara dan Partai Demokrat 14.062 suara. Setelah itu Partai Golkar 13.354 suara dan PPP 12.523 suara. Lalu, Partai Nasdem 7.308 suara dan PKS 7.250 suara.

Dengan suara yang diraup tersebut, PKB berhak mendapat dua kursi dewan. Dua kader partai ini, Syamsuri dan Moh. Zainal Arifin melenggang ke parlemen. Selain itu, Moh. Qomarul Wahyudi dari PBB, Hermanto dari Partai Demokrat, dan Zainal Afandi dari Golkar. Lalu, Ali Masykur dari PPP, Mohammad Hamidi dari Partai Nasdem, Harun Suyitno dari PKS, dan Nurul Ahmad Dian P. M dari Perindo.

Persaingan sengit terjadi antara PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Partai banteng moncong putih memperoleh 5.591 suara. Sementara Perindo meraup dukungan 5.611 suara atau selisih 20 suara. Dengan demikian, kursi terakhir di dapil tersebut direbut partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu.

Pertarungan belum selesai. Partai berwarna merah itu memastikan akan melayangkan gugatan ke MK. Sebab, diduga ada kecurangan berupa pergeseran suara antar caleg dan antar partai. ”Ke MK,” kata pengurus DPC PDI Perjuangan Pamekasan Noer Faisal saat ditanya kepastian sikap partai kemarin (15/5).

Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan Abd. Syukur mengatakan, ada dugaan kecurangan yang merugikan. Pergeseran suara antar caleg dan beberapa partai kontestan pemilu diduga kuat terjadi.

PDI Perjuangan yang seharusnya mendapat jatah satu kursi di dapil 5, akhirnya kalah dengan partai lain. Dugaan pelanggaran itu sudah dilaporkan ke Bawaslu Jatim setelah rekapitulasi kabupaten. Namun, belum ada rekomendasi.

Simpatisan caleg dan pengurus partai mengumpulkan bukti-bukti otentik terkait dugaan kecurangan itu. Data berupa hasil rekapitulasi tingkat TPS (form C1) dikumpulkan sebagai bahan gugatan. ”Beberapa bukti sudah kami kumpulkan,” katanya.

Ketua DPD Partai Perindo Pamekasan Yudi Sudi Hartono mempersilakan PDI Perjuangan mengajukan gugatan. Menurut dia, gugatan tersebut merupakan hak setiap kontestan pemilu yang merasa keberatan dengan hasil pemilihan.

Selisih antara Perindo dengan PDI Perjuangan di dapil 5 hanya 20 suara. Meski demikian, berkat keunggulan yang sangat tipis itu, menghadiahi partai nomor urut sembilan itu satu kursi dewan.

Yudi mengaku bersyukur atas hasil tersebut. Menurut dia, sebagai partai baru, mendapat satu kursi dewan merupakan hal luar biasa. ”Kami sangat bersyukur, meski tetap menunggu hasil penetapan resmi dari KPU,” katanya.

Perindo akan mengawal terus suara yang diperoleh pada pemilu 17 April lalu. Kader yang berhasil duduk di kursi parlemen akan menjalankan amanah rakyat dengan baik. ”Aspirasi rakyat akan dikawal dengan baik,” katanya.

Ketua KPU Pamekasan Moh. Hamzah mengatakan, gugatan ke MK merupakan hak semua peserta pemilu. Jika tidak puas dengan hasil pemilu yang ditetapkan penyelenggara, bisa mengajukan gugatan ke MK. ”Gugatan ke MK diatur dalam undang-undang,” tandasnya.

Ketua Bawaslu Jatim Moh. Amin membenarkan laporan PDI Perjuangan tentang dugaan kecurangan. Laporan tersebut masih tahap klarifikasi dan investigasi.  ”Dalam proses klarifikasi dan investigasi,” katanya. 

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia