Senin, 21 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Tanyakan Status Laporan, Warga Datangi Kantor Bawaslu Bangkalan

15 Mei 2019, 22: 40: 39 WIB | editor : Haryanto

SUARAKAN ASPIRASI: Mayyis Abdullah didampingi kuasa hukum beraudiensi dengan bawaslu.

SUARAKAN ASPIRASI: Mayyis Abdullah didampingi kuasa hukum beraudiensi dengan bawaslu. (Julian Isna/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN - Mayyis Abdullah kembali mendatangi kantor Bawaslu Bangkalan, Rabu siang (15/5). Ia datang untuk meminta kejelasan status laporan dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan oknum Calon Legislatif (Caleg) dan oknum anggota KPPS.

Muhlis selaku Divisi Hukum Bawaslu Bangkalan mengatakan, dalam tiga hari ke depan, pihaknya akan segera menentukan status kasus tersebut. "Hari ini kita rapat dengan kepolisian dan kejaksaan untuk menentukan status kasus tersebut," ucapnya.

Dikatakan, hingga saat ini terlapor belum dimintai keterangan karena tidak memenuhi panggilan bawaslu. Oknum anggota KPPS juga tidak datang saat dipanggil. "Untuk perekam video juga kami panggil tapi yang bersangkutan tidak ada di Madura," jelasnya.

Ahmad Zaini, kuasa hukum Mayyis Abdullah menilai bawaslu lambat menangani laporan. Bawaslu juga tidak segera memutuskan apakah kasus tersebut lanjut atau dihentikan. "Ini sudah lebih 14 hari. Status laporan kami tidak jelas," sesalnya.

Perlu diketahui, Mayyis dan kuasa hukumnya melapor dugaan tindak pidana pemilu ke bawaslu pada 27 April lalu. Barang Bukti (BB) berupa video dilampirkan. Di video itu, terlapor memasukkan surat suara ke kotak yang ada di teras rumah. (Julian Isna)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia