Kamis, 19 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Berpakaian Perempuan, Masuk Kos Cewek

15 Mei 2019, 16: 35: 12 WIB | editor : Abdul Basri

Berpakaian Perempuan, Masuk Kos Cewek

Share this      

BANGKALAN – Sungguh nekat tindakan AA (inisial), 16, warga Kecamatan Kamal, ini. Dia masuk ke rumah kos perempuan di Desa Telang, Kamal, sekitar pukul 02.15 kemarin (14/5) dengan mengenakan pakaian perempuan. Padahal, dia remaja laki-laki.

AA mengaku kebingungan. Supaya dikira perempuan, dia mengenakan pakaian perempuan yang diambil dari tempat jemuran di salah satu rumah kos cewek di Desa Telang. Belum sempat beraksi, dia diketahui oleh salah seorang penghuni kos.

Akhirnya, AA diteriaki maling. Dia pun ditangkap oleh warga dan sempat dipukuli. Untungnya, polisi segera datang ke lokasi ,mengamankan AA dari amukan warga. Kini AA diamankan di ruang tahanan Mapolsek Kamal.

Saat diinterogasi, AA mengaku tidak memiliki tempat tinggal. Orang tuanya bercerai. Ibunya di Jember dan sudah berkeluarga. Ayahnya di Kecamatan Kamal juga sudah berkeluarga dan kini menjadi TKI di Jepang. ”Saya tidak dianggap,” ucapnya lirih.

Dia menyampaikan, Senin (13/5) dia meminta nasi kepada temannya di Desa Martajasah, Kecamatan Kota Bangkalan, untuk berbuka puasa. Namun, dia tidak diberi. AA mengaku kelaparan sehingga meminta diantarkan ke Desa Telang, Kecamatan Kamal.

”Sambil lalu saya mencari makanan, saya masuk ke kosan cewek. Saya mau mencari uang untuk makan,” ujarnya dalam keadaan telanjang di ruang tahanan.

Kapolsek Kamal AKP Abd. Kadir membenarkan bahwa AA masuk ke salah satu rumah kos di Desa Telang. Namun, belum melakukan sesuatu, AA sudah ditangkap oleh warga. Pihaknya sudah meminta keterangan saksi mata.

Berdasar keterangan saksi, saat masuk ke rumah kos, AA diketahui warga. Setelah itu, dia ditangkap dan dipukul. Untungnya, polisi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di tempat kejadian perkara (TKP) diduga ada maling.

”Anggota langsung ke lokasi untuk mengamankan. Setelah diamankan, AA kami interogasi. Kondisinya memang sudah telanjang,” jelas Kadir mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin Tambunan.

Tempat tinggal AA, kata perwira pertama berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu, tidak menetap. Orang tua AA sudah cerai. AA dititipkan kepada seseorang, tapi orang itu tidak mau lagi bertanggung jawab. ”Anak itu berkelana,” ungkap Kadir.

Anak tersebut, lanjut dia, pernah mencuri uang di kotak amal masjid. Polisi sudah melakukan tindakan seperti menahan dan menginterogasi AA. Polisi juga memanggil kepala desa.

”Ada klebun mau bertanggung jawab. Anak ini mau dipondokkan. Tapi, sudah lama anak ini tidak muncul. Eh kemunculannya malah ditangkap warga,” beber mantan Kapolsek Kwanyar itu.

Karena itu, pihaknya tidak bisa menahan anak tersebut. Alasannya, tidak ada bukti dia melakukan kejahatan dan masih di bawah umur. Sementara ini, polisi hanya mengamankan anak tersebut supaya tidak dipukul warga. ”Kami berupaya, siapa yang bertanggung jawab, akan kami proses lebih lanjut,” pungkas Kadir. 

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia