Selasa, 22 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Features

Ikatan Alumni dan Simpatisan Nurus Salam (Insan) Saba Tambak

Jadi Duta Pesantren sebagai Benteng Negara

15 Mei 2019, 15: 33: 23 WIB | editor : Abdul Basri

KOMPAK: Ketua Umum Ikatan Alumni dan Simpatisan Nurus Salam (Insan) Abdullah (kanan) bersama Sekretaris Umum Rusman.

KOMPAK: Ketua Umum Ikatan Alumni dan Simpatisan Nurus Salam (Insan) Abdullah (kanan) bersama Sekretaris Umum Rusman. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

Hubungan pesantren dan santri tidak hanya ketika mereka tinggal di pondok. Meski secara fisik sudah keluar, mereka tetap tersambung. Bahkan, punya tanggung jawab menjaga nama baik.

MOH. ALI MUHSIN, Pamekasan

PONDOK Pesantren (Ponpes) Nurus Salam Saba Tambak telah melahirkan ribuan alumni. Mereka banyak berkontribusi untuk umat dan bangsa. Lembaga pendidikan ini berada di Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

RadarMadura.id menemui R. Abdul Adhim Rabu (8/5). Dia merupakan salah seorang dewan a’wan di ponpes tersebut. Selain itu, JPRM disambut Abdullah dan Rusman. Mereka merupakan pengurus organisasi alumni.

Organisasi alumni pesantren ini adalah Ikatan Alumni dan Simpatisan Nurus Salam (Insan). Organisasi ini baru didirikan pada 2017. Insan didirikan untuk mempererat silaturahmi sesama alumni. Juga dengan pengasuh dan guru-guru di pesantren. ”Insan ini didirikan sebagai aspirasi masyarakat dan alumni,” terang Abdullah selaku ketua umum Insan.

Alumnus IAI Al-Khairat itu menjelaskan, dengan organisasi ini, alumni bisa berkonstribusi secara terorganisasi ikut memajukan pesantren. Sebab, alumni menyadari kesuksesan mereka di bidang masing-masing karena pendidikan di pesantren. ”Awalnya banyak alumni yang tidak tahu perkembangan pesantren. Karena ingin berkosntribusi, maka ikatan alumni ini kami dirikan,” terangnya.

Insan juga menjadi wadah sharing berbagai informasi dan pengetahuan alumni. Misalnya, masalah ekonomi, hukum agama, pemerintahan, dan lain-lain. ”Dengan adanya Insan inilah, alumni di Ponpes Nurus Salam bisa berkoordinasi dengan baik,” terangnya.

Hal yang menjadi prinsip dalam organisasi ini tidak boleh memungut iuran. Keberadaan alumni dijadikan sharing tentang ekonomi, ubudiyah, dan sebagainya. Khususnya dalam rangka memajukan pesantren. ”Insan wadah alumni untuk membangun ukhuwah islamiah. Bagaimaan di antara alumni di berbagai daerah saling memperkuat dan mangisi,” terangnya.

Meskipun masih seumur jagung, perkembangan Insan cukup pesat. Organisasi ini juga sudah didirikan di berbagai daerah. Di Jakarta dan Malang Raya. ”Alhamdulillah di Arab Saudi juga sudah dibentuk. Di Malaysia dalam waktu dekat kami resmikan juga,” terangnya.

Insan aktif menggelar pertemuan mingguan. Misalnya, pengajian dan kegiatan-kegiatan lain. Kegiatan ini digelar di berbagai tempat.

Sekretaris Umum Insan Rusman menambahkan, salah satu program yang direalisasikan yaitu pemberian beasiswa kepada santri atau siswa berprestasi. Bantuan ini diberikan dalam rangka memotivasi siswa agar semangat belajar.

Saat ini Insan tengah memproses pembangunan perpustakaan di pesantren. Failitas itu akan dibangun untuk meningkatkan motivasi baca dan kesadaran literasi santri. ”Ini kami lakukan sebagai khidmat alumni terhadap pesantren. Sebab, kami meresa dibesarkan dari pesantren ini,” jelasnya.

R. Abdul Adhim selaku penasihat Insan mengaku senang dengan dibentuknya organisasi ini. Sebab dengan organisasi ini, alumni bisa berkontribusi untuk kemajuan pesantren. Mereka bisa berkhidmat sesuai dengan kemampuan masing-masing. ”Alumni adalah duta-duta pesantren di luar. Dengan organisasi ini, bisa terjalin komunikasi yang erat,” terangnya.

Dia berpesan agar alumni tetap menjaga nama baik pesantren. Para alumni harus berada di trek yang baik. Dengan begitu, secara otomatis mereka ikut menjaga nama baik pesantren sekaligus memastikan pesantren menjadi banteng terkuat di negara.

”Dengan adanya organisasi ini, diharapkan alumni betul-betul mencerminkan kehidupan yang islami,” kata alumnus Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata.

Pesantren, Ra Adhim, tetap memiliki tanggung jawab terhadap alumninya. Meskipun tidak sama ketika masih ada di pesantren. Karena itu, harus memberikan yang terbaik bagi bangsa dan agama.

Sebagai duta pesantren, alumni diharapkan mampu memberikan informasi ke pesantren. Kemudian, kegiatan alumni di luar bisa berjalan dengan baik dan bemanfaat bagi pesantren dan masyarakat. ”Kami juga mengharapkan, alumni bisa memberikan masukan ke dalam atau kritik yang membangun terhadap pesantren,” ujarnya.

Hal yang sangat penting, Insan dilarang terlibat dalam politik praktis. Pesantren melarang membawa-bawa nama Insan dalam dunia politik. ”Kalau atas nama pribadi gak masalah karena mereka punya hak berpolitik,” tandasnya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia