Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

LPG Melon Mulai Langka

14 Mei 2019, 03: 27: 11 WIB | editor : Abdul Basri

KOSONG: Samsudin menata empat tabung LPG milik warga yang dititipkan di rumahnya di Desa Karang Nangka, Kecamatan Blega, Bangkalan, kemarin.

KOSONG: Samsudin menata empat tabung LPG milik warga yang dititipkan di rumahnya di Desa Karang Nangka, Kecamatan Blega, Bangkalan, kemarin. (RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Pengguna liquified petroleum gas (LPG) kemasan 3 kilogram mengeluh. Sebab, elpiji melon ini langka. Bahkan, agen kesal karena ulah distributor yang menarik tabung dan uang. Sementara gas tidak dikirim.

Kekesalan itu dirasakan Samsudin, agen elpiji di Desa Karang Nangka, Kecamatan Blega, Bangkalan. Dia mengaku kelimpungan karena LPG bersubsidi tidak dikirim CV Yoga Pratama selaku distributor di Kecamatan Blega.

Samsudin mengungkapkan, distributor menjual elpiji ke Dusun Bungkak, Desa Batorasang, Kecamatan Tambelangan, Sampang. Sementara agen di Kecamatan Blega sulit mendapatkan LPG melon. 

Pria 55 tahun itu menambahkan, distributor tidak memiliki tabung LPG minimal 700. Sebab, untuk menebus ke Pertamina, masih meminjam tabung kosong di toko dekat rumahnya. Ketersediaan tabung LPG distributor menipis. Bahkan, untuk menebus LPG, agen diminta uang duluan.

”Tabung yang saya miliki 500. Di rumah kosong, sisa empat biji milik tetangga. LPG dan uang diminta di awal,” ungkapnya. ”Ternyata sudah seminggu tidak dikirim. Padahal, janjinya mau langsung dikirim,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) kemarin (13/5).

Samsudin menjelaskan, untuk menebus 500 tabung itu, lebih kurang Rp 6 juta sampai Rp 7 juta. Jika membeli yang sudah isi ke Pertamina saat ini Rp 160 ribu per tabung. ”Bisa mencapai puluhan juta kalau sudah isi,” jelasnya.

Menurut dia, keterlambatan pengiriman LPG sudah sekitar setahun. Biasanya, kata dia, pihaknya setiap seminggu sekali dikirim. ”Bahkan didatangi ke rumahnya selalu tidak ada. Saat ini bulan puasa, kasihan konsumen,” tuturnya.

Moh. Yusro, 30, warga desa setempat, mengaku kelimpungan untuk mencari LPG. Karena di Kecamatan Blega mulai langka, dia mencari ke Kecamatan Konang. ”Belinya sampai ke Kecamatan Konang,” ungkapnya.

Ismet selaku distributor LPG CV Yoga Pratama Kecamatan Blega mengaku, pengiriman dari Pertamina berkurang dan ada terlambat. Biasanya, kata dia, setiap kali pengiriman dua truk. Satu truk 560 tabung elpiji. Namun, saat ini pengiriman hanya satu truk.

”Minggu ini sampai minggu depan stok banyak. Saat ini diatur oleh Pertamina. Bukan sesuai permintaan dari kami. Biasanya sesuai permintaan,” jelasnya.

Ismet menambahkan, andai sesuai kebutuhan, dipastikan tidak ada kekurangan di agen. Dia mengakui banyak warga mengeluh. Dia juga tidak membantah terkait pengiriman ke Bungkak. Sebab, itu merupakan langganannya.

Terkait penarikan uang dan tabung diminta di awal, Ismet belum memberikan penjelasan. Pihaknya mengaku akan menghubungi agen di Desa Karang Nangka. ”Siapa yang mengambil itu? Tunggu saya telepon dulu. Tunggu dulu ya. Terima kasih informasinya,” tanya sesaat sebelum menutup telepon.

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia