Sabtu, 14 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Berita Kota

Pemprov Jatim Bakal Bangun 1.367 LTSHE

14 Mei 2019, 03: 19: 24 WIB | editor : Abdul Basri

Pemprov Jatim Bakal Bangun 1.367 LTSHE

Share this      

SURABAYA – Tidak semua masyarakat Madura menikmati pasokan listrik hingga saat ini. Terutama di wilayah pantai utara (pantura) dan kepulauan Sumenep. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memiliki dua program yang diharapkan pasokan listrik kepada masyarakat merata.

Rumah tangga miskin (RTM) Madura yang belum berlistrik 107.518. Bangkalan 25.687, Sampang 40.354, Pamekasan 26.139, dan Sumenep 15.338 RTM. Perincian tersebut berdasar Basis Data Terpadu (BDT) Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur Setiajit mengatakan, semua daerah di Jatim sudah bisa menikmati pasokan listrik. Namun, masih ada kawasan di wilayah utara Madura dan kepulauan Sumenep yang belum teraliri listrik.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jatim Setiajit.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jatim Setiajit. (BAHRUL ULUM/RadarMadura.id)

Rasio elektrifikasi Madura relatif rendah. Lebih-lebih Madura daratan sisi utara dan beberapa pulau di Sumenep. Untuk mengatasi itu, ada dua program yang bakal direalisasikan.

Yakni, pemasangan sambungan instalasi rumah di daratan Madura. Program kedua adalah pemasangan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) di rumah warga di beberapa pulau. Dengan demikian, pasokan listrik merata dan bisa dinikmati semua lapisan masyarakat.

Setiajit mengungkapkan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama dinas ESDM dan Kementerian ESDM bakal membantu merealisasikan 107.357 sambungan intalasi rumah di Madura. Termasuk di dalamnya, pemasangan 1.367 LTSHE di kepulauan.

Satu rumah di kepulauan bakal mendapat bantuan satu unit LTSHE berkekuatan 60 watt. Dia memperkirakan, harga per unit Rp 4,5 hingga Rp 8 juta. ”Akhir tahun ini semua program itu sudah terealisasi dengan baik dan bisa dinikmati masyarakat,” ucapnya.

Pria berkacama itu menjelaskan, saat ini sekitar 80 persen masyarakat Madura menikmati pasokan listrik. Jika dua program itu rampung, pasokan listrik diperkirakan mencapai 98 persen. ”Sesuai kesepakatan kami dengan Komisi VII DPR RI dan Komisi D DPRD Jatim, rasio elektrifikasi kita 2020 sudah 100 persen,” imbuhnya.

Setiajit menyarankan, masyarakat membuat celengan atau tabungan untuk membeli token listrik. Warga bisa menabung Rp 1.000 setiap hari. Dalam satu bulan bisa mencapai Rp 30.000. Sementara, kalau tegangan listrik RTM 50 watt, pulsa token senilai Rp 30.000 bisa digunakan selama 1 hingga 1,5 bulan.

Bagi masyarakat kepulauan, dia juga menyarankan menabung. Kendati tidak ada pembayaran token pulsa. Sebab, menggunakan LTSHE lantaran arus listrik diperoleh dari tenaga surya atau matahari. Penerima bantuan LTSHE tetap menabung karena LTSHE menggunakan baterai.

Estimasi keruskaan baterai sekitar 2,5 tahun. Jika menabung Rp 1.000 setiap hari, selama dua tahun bisa mengumpulkan Rp 730.000. Sedangkan harga baterai sekitar Rp 650 ribu. Dengan begitu, saban dua tahun sekali warga tidak perlu bingung membeli baterai baru untuk LTSHE. 

(mr/bam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia