Jumat, 20 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Manuver Perahu Karet Belum Temukan Marbot

14 Mei 2019, 06: 10: 59 WIB | editor : Abdul Basri

KERUH: Tim SAR BPBD Sumenep dan Basarnas Jawa Timur mencari jasad Hasan yang hilang di perairan Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, kemarin.

KERUH: Tim SAR BPBD Sumenep dan Basarnas Jawa Timur mencari jasad Hasan yang hilang di perairan Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, kemarin. (ZAINAL ABIDIN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Pencarian marbot masjid terus dilakukan petugas gabungan. Kemarin (13/5) tim SAR gabungan mengerahkan dua SRU (search and rescue unit) air yang dilengkapi sejumlah peralatan SAR air. Yakni, ring buoy dan peralatan keselamatan personal.

Saat menyisir di sekitar lokasi kejadian, SRU air beberapa kali melakukan manuver perahu karet. Manuver perahu karet menggerakkan laju perahu secara zig-zag atau memutar. Tujuannya, menciptakan gelombang air yang besar.

Harapannya, Hasan yang semula diduga berada di dasar laut dapat terangkat ke permukaan. ”Karena tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban di sekitar lokasi kejadian, SRU air melanjutkan penyisiran ke arah barat,” kata Arif Kurniadi selaku koordinator Tim Pencarian Basarnas Jawa Timur.

Sementara SRU darat berugas melakukan pemantauan. SRU darat juga menyebarluaskan informasi kepada masyarakat sekitar agar melapor jika melihat keberadaan warga Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, yang hilang saat menjala ikan Sabtu (11/5) itu.

Pihaknya memprediksi, jasad korban terbawa arus ke timur. Sesuai dengan arus pantai yang lebih kuat ke timur. Pencarian dilakukan pukul 11.00–16.00 dari timur, tepatnya di Desa Aeng Panas. Lokasi tersebut berjarak sekitar dua kilometer dari tempat kejadian.

Tim SAR dan warga melakukan penyisiran dari timur kebarat hingga jarak tiga kilometer dari bibir pantai. Tim yang melakukan pencarian berjumlah 16 orang. Mereka terdiri atas lima petugas BPBD Sumenep, enam Basarnas Jatim, dan lima anggota Polsek Prenduan.

Dua perahu karet diterjunkan, sejumlah nelayan setempat juga membantu melakukan pencarian menggunakan perahu. Namun, jasad Hasan belum ditemukan.

Ada beberapa kendala yang dialami dalam melakukan pencarian. Antara lain, kondisi pantai cukup dangkal dan berlumpur. Karena itu, tim kesulitan mengendalikan perahu karet untuk bermanuver. ”Di sini banyak hutan bakau. Itu juga membuat pencarian tambah sulit,” ujar Arif.

Pihaknya mengaku tidak bisa melakukan pencairan saat malam karena minim penerangan. Dengan begitu, pencarian korban akan dilanjutkan hari ini (14/5). ”Semoga arus tidak begitu besar,” harapnya.

Kapolsek Prenduan AKP Achmad Supriyadi menyatakan, pihaknya akan terus membantu tim SAR dalam mencari jasad marbot masjid di Desa Prenduan itu. Pihaknya juga sudah berkoordiansi dengan Polsek Galis dan Polsek Larangan untuk ikut memantau perairan setempat. Khawatir jasad korban terbawa arus hingga wilayah Pamekasan.

”Kami menempatkan petugas di tempat kejadian dan telah berkoordinasi dengan puskesmas untuk menyiapkan tim evakuasi apabila korban sudah ditemukan,” tukasnya.

Sebelumnya, Hasan, 85, warga Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, diduga tenggelam di pantai saat menjala ikan Sabtu (11/5). Hari itu pukul 09.30 Hasan pamit pergi ke pantai untuk menangkap ikan. Jarak antara rumah dan pantai sekitar 200 meter. Hasan ke pantai menggunakan sepeda ontel.

Namun karena sampai sore tidak pulang. Zarnuji, anaknya, menyusul ke pantai. Ketika sampai di lokasi, dia tidak melihat ayahnya. Yang ada hanya sepeda ontel yang diparkir di pinggir pantai.

Pencarian Hasan dilakukan setelah magrib. Keluarga dibantu warga mencari mulai dari pinggir pantai sampai ke tengah. Pencarian jasad Hasan menggunakan perahu. Sebagian warga berenang dan menyelam.

Selama 4 jam pencarian dilakukan warga, hanya ditemukan jaring yang digunakan Hasan menjala ikan. Sementara pemiliknya tidak ditemukan.

(mr/nal/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia