Minggu, 15 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Sportainment

Remaja Pademawu Dipanggil Timnas U-15

11 Mei 2019, 15: 15: 34 WIB | editor : Abdul Basri

SIAP BERSAING: Penggawa Madura United U-16 Febrian Tri Yanto saat tampil dalam pertandingan Liga 1 U-16 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, beberapa waktu lalu.

SIAP BERSAING: Penggawa Madura United U-16 Febrian Tri Yanto saat tampil dalam pertandingan Liga 1 U-16 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, beberapa waktu lalu. (HENDRA WIDODO FOR RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Febrian Tri Yanto memiliki peluang untuk mengenakan jersey Timnas Indonesia Junior pada ajang AFF U-15 Championship 2019. Remaja asal Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, itu juga punya kesempatan mengikuti kualifikasi AFC U-16 Championship 2020.

Siswa Madura United Football Academy (Mufa) itu panggilan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-15. Hal itu berdasar surat nomor 1546/AGB/265/V-2019 yang diteken Sekjen PSSI Ratu Tisha Rabu (8/5). Pemain yang pernah dibina PS Rio Pamekasan itu dijadwalkan mengikuti seleksi yang akan digelar pada 12–25 Mei 2019 di Bojong Sari, Depok.

Manajer Madura United U-16 Ilham menyampaikan, Febrian akan bertolak ke Depok hari ini (11/5). Tapi, pihaknya belum menentukan siapa yang akan mendampingi Febrian. Sebab, direktur akademi sakit.

Sepanjang perhelatan Liga 1 U-16, pemain kelahiran 11 Februari 2004 itu selalu menjadi skuad inti tim. Bahkan pelatih Madura United U-16 Ibnu Jainurrahman menyebut Febrian tak pernah tergantikan selama empat pertandingan. ”Memang untuk pemain kelahiran 2004, dia yang menjadi andalan,” ungkap Ibnu kemarin (10/5).

Dalam beberapa pertandingan, Febrian mampu bermain di empat posisi berbeda. Mulai dari dua posisi andalannya, sayap kanan dan bek kanan. Posisi gelandang dan second striker juga pernah dijajal Febri.

”Untuk posisi gelandang, dia tidak begitu bagus. Tapi, yang bagus itu di second striker-nya atau wing,” imbuh Ibnu. Saat menghadapi Persib Bandung U-16, Febri di-plot sebagai wing back karena dinilai mampu.

Menurut Ibnu, panggilan ini merupakan sejarah bagi persepakbolaan Madura. Terdapat talenta lokal asli Madura yang dipanggil seleksi Timnas U-16. ”Kemungkinan anak-anak yang lain bukan kalah saing dengan Febri. Memang belum terpantau,” jelasnya.

Menurut dia, tim Madura United U-16 saat ini adalah yang terbaik. Selain Febri, ada dua pemain lain yang juga dinilai potensial. Sayangnya, saat bermain di Bandung, dua pemain tersebut harus absen.

”Winger kiri namanya Mahendra. Dia cedera saat itu. Gelandang atas nama Alfan, dia kena kartu merah. Dua pemain ini kelahiran 2004 juga,” ungkapnya. Kedua pemain ini juga selalu menjadi skuad inti tim. Namun, mereka belum terpantau maksimal.

Sementara itu, Direktur Mufa Winedy Purwito menyampaikan, tipikal permainan Febri sangat bermanfaat bagi tim. Pasalnya, pemain yang bisa bermain di posisi mana pun sangat dibutuhkan tim.

”Febrian sendiri anak berbakat. Tentu masih perlu proses supaya dia lebih matang lagi,” jelas Winedy. Dia turut senang Febri dipanggil masuk seleksi Timnas U-16.

Febrian mengaku senang saat tahu mendapat panggilan seleksi Timnas U-16. Padahal, sebelumnya dia tidak menyangka kalau dipanggil. ”Saya akan keluarkan kemampuan terbaik saya dan berusaha semampu saya,” ujarnya.

Dia juga bertekad memberikan kebanggaan kepada kedua orang tua dan nama baik Madura. Ayah Febri, Imam Pujianto, 51, juga bangga atas pemanggilan anaknya. ”Mudah-mudahan bisa membawa harum nama Madura,” harapnya.

(mr/dam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia