Kamis, 17 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Features

Kiprah Ikatan Santri dan Simpatisan Pondok Pesantren Tanwirul Islam

11 Mei 2019, 14: 57: 15 WIB | editor : Abdul Basri

RELIGIUS: Ketua Ikatan Santri dan Simpatisan Pondok Pesantren Tanwirul Islam Maskur saat ditemui di musala depan rumahnya di Desa Kemuning, Kecamatan Sampang, Selasa (7/5).

RELIGIUS: Ketua Ikatan Santri dan Simpatisan Pondok Pesantren Tanwirul Islam Maskur saat ditemui di musala depan rumahnya di Desa Kemuning, Kecamatan Sampang, Selasa (7/5). (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

Share this      

Menjadi alumni pondok pesantren memiliki nilai lebih. Meski berada di luar pesantren, mereka tetap memiliki ikatan dengan almamater. Seperti dilakukan Ikatan Santri dan Simpatisan Pondok Pesantren Tanwirul Islam (Istilam) Sampang. Mereka terus meningkatkan pengabdian kepada umat dan pesantren.

IMAM S. ARIZAL, Sampang

PONDOK Pesantren Tanwirul Islam terletak di Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang. Pesantren ini telah berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka. Tak heran bila alumninya menyebar di berbagai daerah, baik di Madura, Jawa, maupun Kalimantan.

Untuk menampung para santri, pesantren ini memiliki wadah yang kelak diberi nama Istilam. Istilam merupakan akronim Ikatan Santri dan Simpatisan Pondok Pesantren Tanwirul Islam. Organisasi ini menjadi pemersatu alumni sekaligus wadah silaturahmi dengan para kiai di pesantren.

RadarMadura.id sowan ke Pondok Pesantren Tanwirul Islam Selasa siang (7/5). Salah seorang pengasuh muda di pesantren tersebut Ach. Toyyibul Irsyad Jaifaq menemui koran ini. Pria yang akrab disapa Ra Mamak itu secara jelas menceritakan perjalanan Istilam.

”Alumni di sini terbagi dua wadah. Untuk putra namanya Istilam, sedang untuk yang perempuan Istilamah,” katanya.

Kegiatan alumni sampai saat ini lebih mengutamakan penguatan akidah keislaman. Kegiatan yang rutin digelar yakni pengajian. Ada pengajian mingguan dari kampung ke kampung. Ada pula pengajian bulanan yang bisa berpindah dari desa ke desa atau bahkan lintas kecamatan.

Untuk kegiatan tahunan, biasanya alumni menggelar kegiatan di pesantren. Dulu kegiatan rutin itu digelar pada bulan Rajab atau sebelum Ramadan. Tapi karena banyak di antara alumni yang tidak bisa datang, khususnya dari Jawa, Kalimantan, dan lainnya, jadwal diganti setelah Idul Fitri.

”Alumni di luar Madura tidak banyak yang bisa hadir kalau digelar sebelum Ramadan. Makanya, waktunya diubah setelah Idul Fitri. Tahun ini rencananya digelar H+2 Lebaran,” tegasnya.

Setiap acara tahunan, alumni yang hadir mencapai lima ribu lebih. Mereka datang dari lintas generasi. Alumni juga tersebar dalam berbagai bidang profesi, baik sebagai kiai, pengusaha, dan semacamnya.

Saat ini Istilam dipimpin Ustad Maskur dan berada di bawah pembinaan KH Syaifuddin Irsyad. JPRM juga mencoba menemui Maskur di kediamannya di Desa Kemuning, Kecamatan Sampang. Maskur kemudian bercerita perjalanan Istilam dan perannya bagi pesantren.

Istilam menjadi ruang pengaduan dari berbagai pertanyaan seputar Islam. Alumni, termasuk masyarakat umum, bisa mengajukan pertanyaan seputar Islam dari berbagai disiplin keilmuan, khususnya fikih. Dari pertanyaan itu kemudian dibawa ke acara rutin bulanan untuk dicarikan jawabannya.

”Bahtsul masail digelar minimal tiap bulan. Setiap pertemuan lengkap dengan referensi kitab-kitab rujukan,” katanya. ”Artinya dengan kegiatan ini, masyarakat tidak akan kebingungan masalah hukum agama,” tambahnya.

Selain itu, Istilam bisa menjadi sarana alumni untuk berkontribusi bagi pesantren. Alumni membantu pesantren dalam meningkatkan jumlah siswa. Mereka juga secara rutin menggelar silaturahmi sesama alumni.

Ketika ada kebutuhan pesantren, terutama di bidang pembangunan, alumni langsung ambil bagian. Baik dengan cara mengumpulkan donasi sesama alumni dan semacamnya. Berkat kegiatan-kegiatan semacam inilah pembangunan di Tanwirul Islam berjalan maksimal.

”Ketika kebutuhan pesantren, disampaikan pada acara bulanan. Alumni sumbangan untuk kebutuhan pesantren, khususnya dalam percepatan pembangunan,” tukasnya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia