Sabtu, 19 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Sportainment

Laga Uji Coba untuk Beramal

09 Mei 2019, 15: 28: 34 WIB | editor : Abdul Basri

KIRIM UMPAN: Winger Madura United Andik Vermansyah melepaskan tendangan saat menghadapi Persebaya Surabaya dalam pertandingan leg kedua perempat semifinal Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan.

KIRIM UMPAN: Winger Madura United Andik Vermansyah melepaskan tendangan saat menghadapi Persebaya Surabaya dalam pertandingan leg kedua perempat semifinal Piala Presiden 2019 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan. (A. YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Hampir seluruh pemain Madura United saat ini sedang menjalani ibadah puasa, sehingga pola latihan, pola makan, dan istirahat diatur. Semua itu dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi atlet.

Sebelum menghadapi Liga 1 yang dijadwalkan bakal bergulir pada 15 Mei, tim ini akan menjalani laga uji coba. Pertandingan Madura United menjamu Persewar Waropen di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan bukanlah laga uji coba biasa.

Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Zia Ulhaq mengatakan, uji coba kali ini akan menjadi uji coba perdana Madura United di bulan Ramadan. Karenanya, laga ini dijadikan sebagai laga amal. ”Klub itu punya program berbagi setiap bulan puasa ke masjid-masjid. Nah, ketika muncul laga uji coba ini, mengapa tidak jadi laga amal sekalian? Maka ini menambah program klub,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (8/5).

Seluruh hasil penjualan tiket pertandingan di Pamekasan itu akan dibagikan kepada anak yatim dan fakir miskin. Tentu setelah dihitung dan dipotong untuk pelaksana pertandingan. Harga tiket untuk tribun ekonomi Rp 20 ribu, VIP Rp 100 ribu, dan VVIP 150 ribu.

”Kami akan coba bagikan kepada anak yatim dan fakir miskin, tidak hanya di Pamekasan. Kami akan coba menjangkau empat kabupaten,” jelasnya. Kegiatan amal tersebut berupa pembagian takjil dan menu berbuka.

Zia juga mengomentari pemilihan tim yang berasal dari kasta kedua Liga Indonesia. Menurutnya, uji coba dengan Persewar dapat mengangkat peak performance tim. ”Makanya harus menjajal tim dari kasta kedua liga atau dengan tim di bawah kami,” jelasnya.

Hal ini tidak seperti yang disampaikan penanggung jawab tiket tim Madura United Achsanul Yaqin. Ia menjelaskan, uji coba ini adalah antara dua kekuatan berbeda. Dengan mayoritas pemain yang berpuasa (Madura United) melawan tim Persewar yang mayoritas pemainnya tidak berpuasa. ”Nanti pelatih akan menilai, apa yang perlu dievaluasi untuk ditingkatkan,” jelasnya.

Melihat uji coba sebelumnya, Madura United bertanding dengan tim Pra-PON Jatim. Laskar Sape Kerrap menang tipis 1-0. ”Uji coba sendiri digelar di malam hari, karena memang mayoritas pemain kami berpuasa. Mungkin hanya beberapa pemain asing yang tidak,” tandas Yaqin.

(mr/dam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia