Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Minta Bukti Visum untuk Dalami Dugaan Penganiayaan Oknum Dewan

03 Mei 2019, 14: 22: 27 WIB | editor : Abdul Basri

Polisi Minta Bukti Visum untuk Dalami Dugaan Penganiayaan Oknum Dewan

Share this      

PAMEKASAN – Polisi mendalami dugaan penganiayaan oleh anggota DPRD Pamekasan Muhammad Hadari. Politikus Nasdem itu dilaporkan istri sirinya yang berinisial HS, 30.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Hari Siswo Suwarno mengungkapkan, kasus dugaan kekerasan yang dilaporkan HS itu tahap penyelidikan. Beberapa saksi dimintai keterangan mengenai dugaan tindak pidana tersebut.

Pelapor maupun terlapor sama-sama dimintai keterangan. Bahkan, polisi mengurus bukti visum ke RSUD Dr H Slamet Martodirdjo. ”Visum itu polisi yang minta, kalau periksa sendiri ke rumah sakit namanya rekam medis,” ungkap Hari kemarin (2/5).

Menurut Hari, kasus tersebut sangat memungkinkan lanjut ke tahap penyidikan. Beberapa materi yang dibutuhkan dikumpulkan oleh polisi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, mantan Kasatpolair Polres Sampang itu belum berkenan menjelaskan secara detail proses penyelidikan yang dilakukan. Hanya, dia memastikan penanganan kasus tersebut terus berlanjut.

Sementara itu, Muslim selaku pengacara pelapor mengatakan, kasus dugaan penganiayaan itu berlanjut. Dua orang saksi pelapor dimintai keterangan oleh pihak kepolisian beberapa waktu lalu.

Kasus tersebut akan terus dikawal secara optimal. Pelapor akan mengikuti proses hukum yang berlaku. ”Kami akan mengikuti dan patuh terhadap proses hukum yang berlangsung,” tegasnya.

Muslim yakin dugaan penganiayaan itu terbukti. Beberapa bukti pendukung seperti visum dan foto dilampirkan kepada polisi sebagai bahan penyelidikan.

Sebelumnya, Hadari melalui kuasa hukumnya Sulaisi membantah melakukan tindak pidana penganiayaan. Justru, anggota dewan itu mengaku yang menjadi sasaran amukan HS.

HS menyundut rokok pada bagian dada Hadari. Pemicunya, HS cemburu lantaran ada tanda merah di leher wakil rakyat dari Partai Nasdem itu. Meski demikian, pihak Hadari akan mengikuti proses hukum dengan baik.

Untuk diketahui, Hadari dilaporkan ke polisi oleh HS pada Selasa (9/4) lalu. Laporan itu teregister dengan nomor LP/95/IV/2019/JATIM/RES PMK. Laporan itu terkait dugaan penganiayaan. HS yang mengaku menikah secara siri dengan Hadari kerap dipukul dan pernah digigit lengan kirinya.

(mr/pen/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia