Rabu, 16 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Aniaya Kerabat di Pasar, Warga Pamekasan Menyerahkan Diri ke Polisi

26 April 2019, 15: 52: 31 WIB | editor : Haryanto

SIAGA: Personel brimob disiagakan di rumah Hafid.

SIAGA: Personel brimob disiagakan di rumah Hafid. (Santi Stia Wardani/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN - Suasana Pasar Desa Palenga'an Laok,  Kecamatan Palenga'an, Jumat (26/4) sekitar pukul 07.30 mendadak gempar. Pengunjung pasar bernama Hafid menganiaya warga bernama Matbahri. Konon, keduanya masih ada hubungan kekerabatan.

Informasi yang dihimpun RadarMadura.id, Hafid (39) dan Matbahri (32) sama-sama berasal dari Desa Palenga'an Daya, Kecamatan Palenga'an. Bedanya, Hafid berdomisili di Dusun Tengginah I sementara Matbahri tinggal di Dusun Tengginah II.

Sebelum terjadi penganiayaan, Matbahri berada di toko kitab. Saat itu, dia menunggu istrinya yang sedang berbelanja. Beberapa saat kemudian, Hafid melintas di depan Matbahri.

PRIHATIN: Warga mendatangi puskesmas dan mengamati kondisi Matbahri dari kaca.

PRIHATIN: Warga mendatangi puskesmas dan mengamati kondisi Matbahri dari kaca. (Santi Stia Wardani/RadarMadura.id)

Sekitar 30 menit kemudian, diam-diam Hafid menenteng pisau dan menghampiri Matbahri dari belakang. Hafid lalu membacok kepala Matbahri. Sontak, korban langsung jatuh telentang.

Meski Matbahri sudah ambruk, Hafid kembali menghunuskan pisaunya. Untungnya, berhasil ditepis Matbahri menggunakan tangan kiri. Hafid menyerang lagi tapi ditangkis dengan kedua kaki Matbahri.

Muhammad, salah satu pedagang ikan di Pasar Desa Palenga'an mengungkapkan, Matbahri berhasil selamat meski dibacok berkali-kali. "Korban lari menyusuri kios menuju puskesmas yang letaknya di seberang jalan," ujarnya.

Kapolsek Palenga'an Iptu Bambang Irawan mengatakan, Hafid sudah menyerahkan diri ke polsek usai melakukan pembacokan. "Sekitar pukul 07.40, pelaku ke polsek membawa barang bukti sebilah pisau," ungkapnya.

Dikatakan, Matbahri mendapat perawatan medis di Puskesmas Palenga'an. Sebab, mengalami luka di jempol kiri, telapak kaki kanan dan kiri, kepala kanan bagian belakang dan luka di punggung kiri.

"Belum diketahui secara pasti motif kasus ini. Tapi yang jelas, Hafid dan Matbahri konon masih memiliki hubungan kekerabatan," tukasnya.

Haji Fahad, Kades Palenga'an Daya menyatakan, Hafid juga masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Makruf. Nama yang disebut terakhir, merupakan pelaku penganiayaan pada Minggu (21/4) di Desa Palenga'an Daya.

"Tidak menutup kemungkinan, kasus penganiayaan yang dilakukan Hafid kepada Matbahri di Pasar Palenga'an Laok ada kaitannya dengan kejadian di Palenga'an Daya. Makruf dan Sahri carok lantaran berbeda pilihan politik," imbuhnya. (Santi Stia Wardani)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia