Sabtu, 07 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Puluhan Siswa SMP Tak Ikut UNBK

24 April 2019, 14: 34: 43 WIB | editor : Abdul Basri

BERHARAP LULUS: Siswa SMPN 1 Banyuates, Sampang, mengikuti UNBK di ruang kelas kemarin.

BERHARAP LULUS: Siswa SMPN 1 Banyuates, Sampang, mengikuti UNBK di ruang kelas kemarin. (ZAINAL ABIDIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP di Sampang masih diwarnai banyaknya siswa yang absen. Dari 9.115 peserta, 59 di antaranya tidak mengikuti ujian nasional. Mereka izin sakit dan berhenti sekolah.

Data Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang menyebutkan, puluhan siswa yang tidak ikut ujian nasional tersebar 32 SMP negeri dan swasta. Di tiap sekolah ada 1–5 siswa yang tidak mengikuti ujian.

Siswa yang tidak ikut ujian karena sakit bisa mengikuti ujian susulan dengan syarat membawa surat keterangan dokter. ”Jadwal ujian susulan sudah disebarkan ke sekolah,” terang Kabid Pembinaan SMP Disdik Sampang Budiono kemarin (23/4).

Budi menyampaikan, setiap tahun selalu ada siswa SMP yang tidak ikut ujian karena dropout atau berhenti. Paling banyak di SMP swasta. Padahal, mereka sudah terdaftar sebagai peserta UNBK. ”Mereka dipastikan tidak akan lulus” terang Budi.

Tahun ini disdik menargetkan nilai rata-rata UNBK SMP/MTs di atas 50. Semua kepala sekolah dan guru sudah menandatangani surat perjanjian atau pakta integritas yang manyatakan kesanggupan untuk bisa mencapai target nilai rata-rata tersebut. Apabila tidak bisa mencapai target, kepala sekolah akan dimutasi.

”Kami menargetkan nilai rata-rata UNBK tahun ini naik. Minimal berada di posisi 27 dari 30 provinsi di Jawa Timur,” harapnya.

Budiono mengatakan, SMP yang melaksanakan UNBK 260 lembaga. Banyak sekolah yang melaksanakan ujian secara mendiri karena mempunyai komputer dan server yang memadai. Setiap tahun instansinya mengupayakan bantuan komputer untuk sekolah.

”Total klien 3.919 dan 160 server. Hari pertama sempat terjadi pemadaman listrik. Tapi hanya sebentar,” katanya.

Kepala SMPN 1 Banyuates Syaiful Bahri mengatakan, peserta yang mengikuti UNBK di lembaganya 215 peserta. Yakni, 107 siswa dan 108 siswi. ”Tidak ada siswa kami yang tidak ikut ujian karena sakit dan berhenti sekolah,” katanya.

(mr/nal/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia