Rabu, 16 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Features

Peringati Hari Bumi, Ratusan Mahasiswa UTM Bersih-Bersih Pantai

23 April 2019, 14: 33: 01 WIB | editor : Abdul Basri

CINTA LINGKUNGAN: Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura memungut sampah dalam kegiatan bersih-bersih pantai di Desa/Kecamatan Kamal, Bangkalan, kemarin.

CINTA LINGKUNGAN: Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura memungut sampah dalam kegiatan bersih-bersih pantai di Desa/Kecamatan Kamal, Bangkalan, kemarin. (ADAM MUHLIS DINILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

Banyak cara dilakukan untuk memperingati Hari Bumi tiap 22 April. Kamal menjadi fokus perhatian karena punya cerita masa lalu yang gemilang. Kini desa ini tidak seramai dulu.

ADAM MUHLIS DINILLAH, Bangkalan

TROTOAR di depan balai Desa/Kecamatan Kamal, Bangkalan, dipenuhi ratusan mahasiswa kemarin pagi (22/4). Memang tak seperti biasa. Sudah siap dengan mengenakan pakaian olahraga.

Sebagian menggunakan masker dan sarung tangan. Setiap mahasiswa memegang karung dan kantong plastik. Sejumlah skop dan cangkul juga berada di sekitar trotoar.

Mereka bukan hendak melakukan touring ataupun demo. Namun, ratusan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini hendak melakukan bersih-bersih bibir pantai Desa Kamal.

Sejak pukul 06.30, mahasiswa program studi ekonomi pembangunan ini sudah berkumpul di depan balai desa. Bersih-bersih pantai ini merupakan bakti sosial sekaligus memperingati Hari Bumi. Meski sudah berkumpul sejak pagi, agenda bersih-bersih pantai baru dimulai pukul 07.30.

Kegiatan bertajuk Mengabdikan Diri Menuju Desa Berpotensi ini diikuti lebih 500 peserta. Yakni, mahasiswa dan dosen UTM. Perangkat Desa Kamal juga turut serta membimbing mahasiswa.

”Desa Kamal itu sebagai gerbang utama di Bangkalan. Kami berharap gerbang Kota Bangkalan ini bisa dibuka kembali dan terlihat di mata masyarakat bahwa Kamal itu ada,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Ekonomi Pembangunan UTM Muhammad Agus Arif Fahmi.

Mahasiswa asal Jawa Tengah itu menambahkan, ada tiga agenda yang digelar. Selain bersih-bersih, digelar donor darah dan pembersihan jalan menuju pelabuhan timur (peltim) sekaligus pengecatan trotoar.

Kepala Prodi Ekonomi Pembangunan UTM Joko Utomo menyampaikan, kegiatan itu merupakan langkah awal prodi ekonomi pembangunan berkolaborasi dengan Desa Kamal. ”Kamal dan pantai adalah halaman rumah kita, jadi wajib kita bersihkan,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan 3 UTM Bidang Kemahasiswaan Ahmad Yahya Suryawinata menyatakan, Kamal merupakan salah satu desa laboratorium prodi ekonomi. Menurut dia, belajar dalam kelas belum komprehensif ilmu yang dipelajari. ”Tugas kami sebagai akademisi adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Yahya menanggapi fenomena di peltim. Banyak mahasiswa sering berada di pelabuhan tersenut untuk sekadar menikmati senja. Bahkan sampai kebablasan hingga larut malam. ”Nanti bisa telepon saya jika ada mahasiswa saya, biar saya datangi,” katanya disambut tawa seluruh mahasiswa.

Sampah-sampah di sekitar peltim dipungut dan dikumpulkan dalam karung atau tas plastik. Sepanjang trotoar sisi kanan dan kiri jalan juga dicat. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari perangkat desa setempat.

Kepala Desa Kamal Sulistiono mengatakan,Desa Kamal tak akan menjadi apa-apa jika tak ada peran aktif mahasiswa dan para akademisi. Mantan anggota TNI AD tersebut berkeinginan membuat Kamal sebagai desa percontohan pariwisata.

”Semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat Kamal. Kami berharap, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini,” harapnya. ”Akibat pada gratisnya Suramadu, ekonomi di Kamal makin parah. Dulu sebelum ada Suramadu, Kamal itu teramai di dunia, sekarang paling sepi di dunia,” tutupnya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia