Kamis, 12 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Ujian Siswa 163 SMP/MTs Menumpang

23 April 2019, 14: 30: 08 WIB | editor : Abdul Basri

FOKUS: Siswa SDN Bugih III, Pamekasan, sedang mengerjakan soal USBN kemarin.

FOKUS: Siswa SDN Bugih III, Pamekasan, sedang mengerjakan soal USBN kemarin. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP/MTs tahun pelajaran 2018–2019 dimulai kemarin (22/4). Di Pamekasan total ada 372 sekolah yang melaksanakan ujian. Namun, 163 siswa SMP/MTs masih menumpang ke lembaga lain.

Kasi Pembelajaran SMP Disdik Pamekasan Mohammad Sadikun mengungkapkan, peserta UNBK SMP/MTs berjumlah 14.877. Peserta ujian paket B 339 dan paket C 477. ”Jumlah tersebut tersebar di lembaga swasta maupun negeri,” tuturnya.

Belasan ribu peserta tersebut tersebar di 372 lembaga. Tidak semua lembaga menyelenggarakan ujian secara mandiri. Hanya 90 SMP yang menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Sementara 93 SMP masih menumpang. ”Untuk MTS mandiri, 119 lembaga dan 70 lembaga menumpang,” ujarnya.

Pada hari pertama, ujian nasional tersebut berlangsung lancar. Koordinasi dengan PLN dan Telkom intens. Dengan demikian, diharapkan tidak ada gangguan listrik dan jaringan internet yang dapat menghambat ujian. ”Sekolah penyelenggara harus menyediakan genset antisipasi listrik padam,” kata Sadikun.

Siswa yang tidak mengikuti ujian karena berhenti masih terjadi. Hal tersebut diketahui ketika disdik memantau ujian ke sejumlah sekolah. ”Hasil pantauan kami, ada seorang siswa yang tidak masuk karena berhenti. Entah kalau di sekolah lainnya, saya belum mendapatkan laporan,” ujarnya.

Setelah ditanyakan kepada pihak sekolah, siswa tersebut memang tidak punya keinginan bersekolah. Bahkan, pihak sekolah sudah mendatangi orang tua siswanya. ”Anaknya tetap tidak mau,” terangnya.

Sebelum pelaksanaan UNBK, disdik sudah melakukan berbagai upaya agar nilai siswa tinggi. Di antaranya, disdik mengeluarkan edaran bahwa SMP negeri dan swasta harus memberikan bimbingan belajar minimal 2 jam setiap pekan.

Kepala dinas juga mengeluarkan surat edaran untuk menggelar workshop bedah kisi-kisi UN oleh MGMP. Di antaranya, untuk mapel bahasa Indonesia, Inggris, matematika, dan IPA. ”Setelah itu, disdik juga menggelar tryout. ”Pengumuman kelulusan masih sekitar tanggal 29 Mei,” terangnya.

Kasi Pembelajaran Disdik Pamekasan Fatimatuz Zahro menjelaskan, peserta ujian sekolah berstandar nasional (SD/MI) 14.182 siswa. Kelulusan siswa dipasrahkan pada sekolah dengan mempertimbangkan nilai USBN dan nilai rapor kelas empat semester satu hingga kelas enam semester dua. ”Selain itu, berperilaku baik atau memiliki sikap yang baik. Pengumuman kelulusan 12 Juni,” tukasnya.

(mr/sin/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia