Senin, 24 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Tiga Panitia Pemilu Gugur

22 April 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Tiga Panitia Pemilu Gugur

Share this      

PELAKSANAAN pemilu serentak di Sumenep menyisakan duka. Hingga kemarin (21/4) sudah ada tiga orang panitia yang meninggal dunia. Mereka meninggal diduga karena kelelahan.

Ketiga orang yang meninggal itu Asnawi, anggota panitia pemungutan suara (PPS) Desa Longos, Kecamatan Gapura. Kedua, Syaiful, ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 03, Desa Tamidung, Kecamatan Batang-Batang. Ketiga, Sulaiman, ketua KPPS di Dusun Battangan, Desa Kerta Barat, Kecamatan Dasuk.

Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gapura Hasan Al-Banna mengatakan, Asnawi meninggal dunia sebelum pemungutan suara. Diduga yang bersangkutan mengalami kelelahan karena sibuk mengurus pemilu. Apalagi Asnawi bertugas di divisi data yang sejak awal sibuk. ”Meninggal dua hari sebelum pemungutan suara,” kata Al-Banna kemarin.

Faktor yang sama juga menimpa Syaiful. Menurut anggota PPK Batang-Batang Kam Imam, Syaiful diduga kelelahan. Sebab, sejak awal sudah diforsir dengan urusan logistik dan kebutuhan pemilu lainnya. ”Almarhum meninggal dunia hari Jumat (19/4) dengan usia sekitar 60 tahun,” kata Imam.

Ketua KPU Sumenep A. Warits mengatakan, pemilu kali ini memang paling sibuk dari pemilu-pemilu sebelumnya. penyelenggara di bawah sangat terforsir. Termasuk Sulaiman yang juga meninggal diduga kelelahan. ”Rata-rata memang kelelahan. Termasuk yang Dasuk itu kabarnya juga kelelahan. Karena sebelumnya tidak pernah mengeluh sakit,” tegasnya.

Penyelenggara yang meninggal dunia, saat ini masih proses pendataan. Pihaknya diminta untuk menginformasikan kepada KPU RI melalui KPU Jawa Timur. Nantinya diharapkan mereka mendapatkan santunan. ”Mudah-mudahan ada santunan dari KPU RI,” jelas mantan Ketua Lakpesdam PC NU Sumenep itu.

(mr/mam/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia