Kamis, 19 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Cekcok Sengit, Pendukung Caleg Dicelurit

Pelaku dan Korban Masih Kerabat

22 April 2019, 00: 18: 33 WIB | editor : Abdul Basri

SIGAP: Aparat kepolisian mencari barang bukti di sekitar TKP di Dusun Tengginah II, Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, kemarin.

SIGAP: Aparat kepolisian mencari barang bukti di sekitar TKP di Dusun Tengginah II, Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, kemarin. (MOH. ALI MUHSIN/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Warga Kecamatan Palengaan, Pamekasan, geger kemarin (21/4). Sahri, 35, warga Desa Palengaan Daya dan Makruf, 40, warga Desa Palengaan Laok, terlibat perkelahian. Peristiwa itu disebut-sebut karena masalah dukungan pada pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Tenggina II, Palengaan Daya. Saat RadarMadura.id tiba di lokasi, sejumlah aparat kepolisian terlihat menyisir berbagai tempat. Mereka mencari barang bukti (BB). Kemudian, ditemukan sebilah celurit. Sepasang sandal yang diduga milik Sahri dan Makruf dibiarkan di depan rumah Sahri.

Pertikaian tersebut terjadi di rumah Sahri. Saat itu Sahri berada di musala luar rumahnya. Tiba-tiba Makruf memukul dan menusuk Sahri dengan senjata tajam. ”Pelaku langsung menempeleng anak saya dan terjadilah pertikaian,” kata Maryamah, ibu Sahri.

TURUN LAPANGAN: Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo menemui keluarga korban di Dusun Tenggina II, Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, kemarin.

TURUN LAPANGAN: Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo menemui keluarga korban di Dusun Tenggina II, Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, kemarin. (TEGUH WIBOWO FOR RadarMadura.id)

Meski mengetahui hal tersebut, Maryamah tidak bisa berbuat banyak. Meskipun anaknya dalam kondisi terluka, dia hanya bisa berteriak minta tolong. Sebab, dirinya dalam kondisi lumpuh. ”Saya tidak bisa bergerak. Mereka cekcok masalah uang,” terangnya.

Akibat peristiwa tersebut, Suhri mengalami luka serius di bagian dada dan bahu belakang. Dia harus dilarikan ke RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan. Makruf juga terluka. Dua warga beda desa ini sebenarnya masih ada hubungan keluarga.

Heri, warga setempat, juga memberikan pernyataan serupa. Pria 40 tahun itu menjelaskan, cekcok yang melibatkan keduanya karena persoalan uang. Informasi yang dia dengar, uang milik Naimah yang dikirim anaknya dari Malaysia ke rekening Abd. Ghafur digunakan Sahri.

”Oleh pihak keluarga Naimah, uang itu disangka dihabiskan untuk caleg oleh Sahri. Tapi, Sahri mengaku tidak menggunakan uang itu. Kata Sahri, uang itu dipinjam Musleh yang juga masih familinya,” terangnya. Dugaan tersebut karena Sahri mendukung salah satu caleg pada pemilu 2019.

Versi lain menyebut peristiwa tersebut karena perbedaan pilihan pada pemilu 2019. Pukul 08.00 Fatimah yang sedang mencari rumput dipanggil oleh Sahri. Sahri tiba-tiba marah dan mendorong Fatimah hingga terjatuh. Fatimah kaget karena tidak tahu persoalan sebenarnya. Selanjutnya Fatimah pulang.

Pukul 10.00 Makruf mendatangi Sahri untuk menanyakan alasan Fatimah dimarahi dan dorong. Ketika Makruf tiba di rumah Sahri, terjadilah cekcok hingga mengakibatkan perkelahian. Mereka sama-sama menggunakan senjata senjata tajam (sajam).

Fatimah dimarahi Sahri dimungkinkan karena tidak memilih salah seorang caleg dapil II. Sahri merupakan timses caleg tersebut. Caleg itu hanya mendapat 40 suara di TPS 12 Dusun Tenggina II. Makruf dan Sahri masih merupakan kerabat dan sama-sama keponakan Fatimah.

Akibat kejadian itu, Makruf mengalami luka di bagian paha dan kaki kanan. Dia dirawat di Puskesmas Palengaan. Sementara Sahri mengalami luka di bagian dada dan pinggang. Dia dirawat di RSUD. ”Saya mengetahui setelah korban dilarikan ke rumah sakit,” kata Syahid, pamong setempat.

Kapolsek Palengaan Iptu Bambang Irawan mengaku langsung turun ke lokasi setelah mendengar ada informasi pertikaian. Pihaknya langsung mengambil langkah-langkah konkret dengan melakukan penyekatan di Palengaan. ”Kami langsung membawa Brimob agar kejadian ini tidak membesar. Alhamdulillah kondusif,” katanya.

Bambang menjelaskan, motif peristiwa tersebut karena ada kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Namun untuk penyelidikan sudah diserahkan ke Polres Pamekasan. ”Kami langsung fokus untuk melakukan pengamanan agar permasalahan ini tidak berkembang,” terangnya.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengaku sudah mendatangi keluarga kedua belah pihak. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi peristiwa susulan. ”Alhamdulillah sudah aman dan kondusif. Korban ada yang dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Pihaknya mengaku masih melakukan pendalaman atau penyelidikan mengenai kasus tersebut. ”Kita akan mencari tahu mengenai motif dari peristiwa ini, dan yang jelas proses hukum harus tetap berjalan,” tegas Teguh.

(mr/sin/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia