Minggu, 16 Jun 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

JPRM Dipercaya Kelola Tajamara

Proyeksikan Empat Program Terpusat

22 April 2019, 05: 15: 59 WIB | editor : Abdul Basri

DILAUNCHING: Wabup Sumenep Achmad Fauzi memukul kentongan sebagai tanda peresmian Tajamara Sumenep, Sabtu (20/4).

DILAUNCHING: Wabup Sumenep Achmad Fauzi memukul kentongan sebagai tanda peresmian Tajamara Sumenep, Sabtu (20/4). (MUSTAJI/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Jawa Pos Radar Madura (JPRM) kembali dipercaya mengelola fasilitas publik di Sumenep. Sebelumnya, media terbesar di Madura ini diberi kepercayaan mengelola kegiatan car free day (CFD) di Taman Pottre Koneng setiap Minggu pagi. Kali ini, JPRM juga dipercaya Pemkab Sumenep mengelola Taman Jajanan Masyarakat Madura (Tajamara).

Peresmian taman bekas terminal lama itu dilaksanakan Sabtu malam (20/4). Peluncuran dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Achmad Fauzi dan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).

Fauzi mengungkapkan, pemkab mengapresiasi JPRM yang aktif mem-branding Sumenep dengan berbagai inovasi kegiatan, salah satunya CFD. Karena itu, pemkab kembali memercayakan pengelolaan Tajamara pada salah satu media cetak di bawah naungan Jawa Pos ini.

”Inovasi-inovasi seperti ini sangat dibutuhkan. Untuk mendukung Visit Sumenep yang diprogramkan,” ungkapnya.

Selain mengisi Tajamara dengan kegiatan-kegiatan seni budaya, showroom yang sudah dibangun diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik. Dengan begitu, bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya pelaku usaha mikro yang berbasis jajanan rakyat dan oleh-oleh khas Madura.

”Kami harap semua instansi pemerintah di lingkungan Pemkab Sumenep bisa ikut berpartisipasi di Tajamara. Apa yang diperlukan dan program yang bisa disalurkan,” kata pengusaha muda itu.

Ketua Pelaksana Launching Tajamara Bambang Irianto mengatakan, Tajamara merupakan inisiasi dari DPRKP dan Cipta Karya Sumenep. Targetnya, untuk mengembangkan visi misi bupati, yaitu menata kota membangun desa.

”Kami menggandeng JPRM menjadi mitra dalam rangka pengembangan Tajamara. Paling tidak, ke depan bisa berfungsi dari sektor ekonomi, budaya, hingga tempat hiburan masyarakat,” kata kepala DPRKP dan Cipta Karya Sumenep itu.

Upaya yang dilakukan untuk memajukan potensi budaya lokal dan ekonomi di Sumenep. Dalam pengembangan Tajamara bersama JPRM, diharapkan bisa mengembangkan secara utuh fungsi Visit Sumenep, sehingga program tersebut bisa tercapai.

”Tajamara ini jadi pusat. Baik informasi wisata, informasi bagi pengunjung wisata. Kalau ini berlanjut dengan baik, insyaallah Sumenep akan semakin maju,” ucap Bambang.

Kepala JPRM Biro Sumenep Feri Ferdiansyah menyampaikan, launching yang digelar mengawali kerja sama JPRM dengan Pemkab Sumenep. Sebagai pengelola, pihaknya memiliki empat program utama yang akan dilaksanakan di Tajamara.

Yakni, gardu budaya yang berisikan kegiatan pergelaran seni budaya Madura. Pergelaran kesenian dan kebudayaan berisi diskusi kebudayaan serta pertunjukan teater kampus dan sekolah.

Kemudian, permainan tradisional bagi anak-anak, dongeng anak, ekstrakurikuler sekolah, dan pojok literasi bersama Rumah Literasi. Kegiatan ini merupakan bentuk kegiatan Sekolah Ramah Anak Toleransi dan Berkarakter (Lamak Teker). Kegiatan ini bekerja sama dengan Disdik Sumenep.

Di Tajamara juga akan disajikan jajanan masyarakat Madura (Jamara). Menjual jajanan dan oleh-oleh khas Sumenep dan Madura. Termasuk suvenir kerajinan khas Madura.

Program yang terakhir yakni tourism information center (pusat informasi wisata). Wisatawan yang ingin tahu destinasi wisata di Sumenep bisa mengakses informasi di Tajamara. Tourism Center juga meliputi parkir bus pariwisata, terminal korket (kendaraan khusus wisatawan), dan loket penjualan tiket wisata.

”Harapannya ke depan, kegiatan yang ada di Tajamara bisa mendapat lebih banyak dukungan dari semua pihak,” harapnya.

(mr/bad/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia