Minggu, 19 May 2019
radarmadura
icon featured
Kolom

Peran Kartini dalam Pendidikan

Oleh Sulaiman

21 April 2019, 16: 44: 32 WIB | editor : Abdul Basri

Sulaiman Wakil Ketua IGI Sampang

Sulaiman Wakil Ketua IGI Sampang (RadarMadura.id)

RA. KARTINI merupakan sosok perempuan luar biasa. Rasanya tidak ada yang menyangsikan bahwa beliau adalah inspirator bagi masyarakat Indonesia. Khususnya bagi kaum perempuan dalam berjuang menghadapi tantangan hidup dan menjadikan hidup ini semakin bermakna bagi diri sendiri, keluarga, bangsa, dan negara.

Dalam memperingati Hari Kartini, setiap 21 April, tidak cukup hanya dengan mengadakan kegiatan yang bernapaskan perempuan. Seperti acara masak-memasak dan lomba memakai busana kebaya yang menjadi ciri khas pakaian yang terhormat RA. Kartini. Tetapi, kita dapat mengambil hikmah, ibrah –pelajaran– yang relevan dengan kondisi sekarang.

Cukup banyak hikmah yang diwariskan beliau yang dapat menginspirasi bagi kehidupan sekarang. Tetapi tulisan ini hanya akan difokuskan pada warisan beliau dalam bidang pendidikan. Mudah-mudahan dapat memotivasi para remaja sekarang. Khususnya yang masih berada dalam dunia pendidikan dan menjadi inspirasi bagi pendidik atau guru dalam mendidik, membimbing, dan membina peserta didik untuk menjadikan manusia yang berguna dan bermartabat atau memanusiakan manusia sesuai dengan teori pedidikan mazhab humanistik.

Warisan Kartini yang mempunyai korelasi dengan dunia pendidikan adalah pertama, kemandirian. Meskipun berasal dari kalangan bangsawan yang dengan bebas merasakan nikmatnya pendidikan—karena Belanda melarang bersekolah bagi yang bukan keturunan bangsawan—, tetapi Kartini tetap belajar di rumah dan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tidak pernah ada kata menyerah untuk belajar dan berjuang dalam menghadapi tantangan hidup. Lebih baik melakukan sesuatu yang kecil daripada tidak melakukan sama sekali, itulah prinsip dalam hidupnya.

Kemandirian dalam dunia pendidikan sekarang memang menjadi problema tersendiri, baik di institusi pendidikan atau produk dari dunia pendidikan. Pemerintah sebenarnya pelan-pelan mendidik institusi pendidikan dengan kemandirian seperti dengan ditetapkannya Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan yang sekarang mulai diterapkan di beberapa Perguruan Tinggi Negeri. Kalau di tingkat menengah ada sekolah kategori SSN, SBI, dan akhirnya bermuara pada SKM. Tetapi pada kenyataannya tidak banyak institusi pendidikan yang siap melakukan konsep kemandirian. Terutama kemandirian dalam masalah finansial.

Problema kemandirian dalam dunia pendidikan ini juga produk dari institusi pendidikan. Tidak banyak institusi pendidikan yang menciptakan produk-produk siap kerja. Mayoritas alumni sekolah menengah atau perguruan tinggi mencari pekerjaan. Ketika tidak dapat pekerjaan biasanya hanya menjadi pengangguran. Kerana kebanyakan produk institusi pendidikan tidak dilengkapi dengan skill yang profesional.

Siapa yang salah dalam hal ini? Apakah institusi pendidikannya? Atau kurikulumnya? Atau peserta didiknya sendiri? Yang pasti semua harus melakukan evaluasi dan belajar menyalahkan diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain.

Kedua, pantang menyerah. Kondisi sosial, politik, dan ekonomi pada masa Kartini hidup pasti jauh lebih berat dibandingkan dengan sekarang. Meski Kartini dalam stratifikasi sosial ada pada kelas tinggi, tetapi perempuan kerap kali termarginalkan oleh kaum laki-laki dalam berbagai dimensi kehidupan. Termasuk dalam  masalah pendidikan. Banyak tantangan dan rintangan yang menjadi penghalang bagi Kartini dalam berjuang mengangkat harkat dan martabat perempuan, khususnya dalam bidang pendidikan.

Situasi sekarang sudah berbeda dengan era Kartini hidup. Perempuan dan laki-laki mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan. Tidak ada lagi diskriminasi dalam dunia pendidikan.

Semoga dengan memperingati Hari Kartini ini dapat menginspirasi kita, khususnya bagi kaum perempuan, untuk menjadikan hidup ini lebih baik, lebih bermakna, dan lebih semangat. Amin.

(mr/*/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia