Kamis, 19 Sep 2019
radarmadura
icon featured
Madura Events

Pemotor Tak Pakai Helm Terobos Area CFD, Begini Kata Kapolres Sumenep

21 April 2019, 13: 25: 14 WIB | editor : Haryanto

CUEK: Tiga pemotor menerobos area CFD.

CUEK: Tiga pemotor menerobos area CFD. (Ubay Shabaro/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP - Meski sudah dijaga polisi dan anggota dishub, masih saja ada pemotor yang memaksa masuk ke area Car Free Day (CFD) Jawa Pos Radar Madura (JPRM). Seperti yang terekam kamera RadarMadura.id, Minggu pagi (21/4).

Pemotor yang nekat menerobos area CFD sebagian besar remaja. Parahnya, mereka tidak mengenakan helm. Motornya pun tidak dilengkapi spion. Bahkan, ada motor yang tidak dilengkapi Nomor Polisi (Nopol). Pengemudi patut ditilang agar jera.

Dari amatan RadarMadura.id, ada empat pemotor dengan tingkat pelanggaran absolut. Seperti sepeda motor nopol M 3859 VV dan nopol M 4053 XX. Sebab, tidak dilengkapi nopol dan spion. Sebagian lagi tidak dilengkapi spion.

Kepala JPRM Biro Sumenep Feri Ferdiansyah mengatakan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk menghargai even CFD. Sehingga, tidak menerobos area CFD. "Nanti kami akan melibatkan personel TNI di setiap titik masuk," janjinya.

Even CFD, lanjut Feri, bertujuan mengajak masyararakat Kota Keris berperilaku hidup sehat. "Selain berolahraga, masyarakat juga bisa menikmati akhir pekan dengan bermain di area CFD yang bebas asap kendaraan," pungkasnya.

Kapolres Sumenep AKBP Muslimin mengatakan, pihaknya butuh waktu untuk mensosialisasikan secara kontinyu kepada masyarakat agar tertib berkendara. "Kalau kesadaran masyarakat tinggi, tidak akan menerobos area CFD," katanya

Menurutnya, sosialisasi harus didukung semua pihak mulai tokoh masyarakat, media, dan pemerintah setempat. "Saya tidak suka, gini sedikit harus ditindak, gini sedikit harus dengan hukum. Nanti institusi kepolisian yang jelek di masyarakat," imbuhnya.

Muslimin mengakui, kesadaran dan kedisiplinan sebagian masyarakat di Kota Keris saat berkendara masih rendah. "Balapan liar yang sering terjadi merupakan salah satu bukti rendahnya kesadaran anak-anak muda," tukasnya. (Ubay Shabaro)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia