Jumat, 24 May 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Terancam Pidana Penjara Paling Lama Lima Tahun dan Denda Rp 60 Juta

Jika Terbukti Melakukan Kecurangan Pemilu

20 April 2019, 13: 04: 51 WIB | editor : Haryanto

INTERVIEW: Wartawan saat mewawancarai ketua KPU Sumenep (kiri).

INTERVIEW: Wartawan saat mewawancarai ketua KPU Sumenep (kiri). (Ubay Shabaro/RadarMadura.id)

SUMENEP - Karena terbukti ada kecurangan, Pemungutan Suara Ulang (PSU) harus dilakukan di TPS 3 Desa Masalima, Kecamatan Masalembu. Pelaku kecurangan pemilu, terancam pidana lima tahun dan denda Rp 60 juta.

Ketua KPU Sumenep A Warits mengakui akan menggelar PSU di TPS 3 Desa Masalima. "Kecurangan yang dilakukan oknum KPPS tampaknya mengarah ke pidana. Itu masuk ranahnya bawaslu," katanya.

Imam Syafi'e, Komisioner Bawaslu Sumenep mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan kecurangan TPS 3 Masalima dari panwascam setempat. "Sebelum mengambil keputusan, kami akan mempelajari dulu kasusnya," ujarnya.

Menurutnya, pihaknya akan melakukan investigasi ke TPS 3 Masalima dan seluruh KPPS guna mengumpulkam data yang dibutuhkan. "Jika terbukti melakukan kecurangan, kami akan menerapkan pasal 517 Undang Undang Nomor 7 tahun 2017," ucapnya.

Dijelaskan, dalam pasal 517 tersebut, setiap orang yang dengan sengaja mengagalkan pemungutan suara, bisa dipidana. "Kalau terbukti, dipidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 60 juta," ungkapnya.

Malik Mustafa, Divisi teknis KPU Sumenep menambahkan, sanksi terberat bagi pelaku kecurangan di TPS 3 Masalima adalah dicabut keanggotaannya sebagai anggota KPPS. "Itu kalau terbukti melakukan kecurangan," tukasnya. (Ubay Shabaro)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia