Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Warga Demo Panwascam Masalembu

19 April 2019, 14: 13: 33 WIB | editor : Abdul Basri

PROTES: Warga berdemonstrasi di kantor Panwascam Masalembu, Sumenep, Kamis (18/4).

PROTES: Warga berdemonstrasi di kantor Panwascam Masalembu, Sumenep, Kamis (18/4). (RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Imbas adanya surat suara yang dicoblos di tempat pemungutan suara (TPS) 03 Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Sumenep, berbuntut panjang. Puluhan warga yang merasa dirugikan melakukan aksi demonstrasi di kantor panwascam kemarin (18/4). Aksi itu sebagai protes lanjutan atas dugaan kecurangan secara sistemik oleh penyelenggara pemilu.

Salah seorang yang ikut demo, Hamdi Akbar, mengatakan bahwa ada dua hal yang membuat warga marah. Pertama, anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang awalnya ditahan di Polsek Masalembu dikabarkan dilepas. Kedua, massa meminta agar kasus ini tidak hanya menjadi pelanggaran pemilu, tetapi juga pelanggaran hukum.

”Kami dapat kabar kalau anggota KPPS dilepas oleh polsek. Makanya warga demo,” kata Hamdi. Pihaknya juga meminta agar para anggota KPPS tidak hanya diamankan, melainkan ditahan oleh polsek.

Hal itu karena pihaknya menduga ada pelanggaran hukum pidana dalam perkara tersebut. Yakni, melakukan kecurangan secara sistemik, yakni mencoblos surat suara sebelum pemungutan digelar.

Kapolsek Masalembu Iptu Rusdi membenarkan ada demo di kantor panwascam. Massa menuntut agar para anggota KPPS ditahan. Tetapi permintaan itu tidak bisa langsung dipenuhi, sebab saat ini permasalahan tersebut masih ditangani panwascam.

Terkait dengan informasi bahwa para anggota KPPS dilepas, Rusdi membantahnya. Menurutnya tidak ada istilah melepas mereka. Sebab, para anggota KPPS itu mengamankan diri di polsek, bukan ditahan oleh polsek.

Pada pagi hari, salah satu anggota KPPS minta izin pulang untuk mandi. Oleh aparat diizinkan. Tapi karena tidak kunjung kembali, diduga dilepas. ”Tapi sekarang sudah kami panggil kembali dan sekarang ada di panwascam,” jelasnya.

Ketua Bawaslu Sumenep Anwar Noris mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus TPS 03 Masalima. Namun, belum ada keputusan apa pun terkait masalah tersebut. Sebab, informasi yang diterima dari bawah belum utuh.

”Sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi karena terkendala teknis. Masalembu, khususnya Masalima, itu kan sulit sinyal. Jadi kita sulit untuk komunikasi sejauh mana perkembangan terkait di Masalembu,” katanya.

Pihaknya juga belum bisa memastikan apa rekomendasi yang akan dikeluarkan Bawaslu. Sebab, saat ini masih proses penyelesaian di tingkat kecamatan. Apakah akan dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) atau tidak, belum ditentukan. ”Kami belum tahu,” tukasnya.

Pemilihan di TPS 03 Masalima terpaksa dihentikan di tengah jalan pada Rabu (17/4). Alasannya, warga menemukan surat suara calon presiden dan calon anggota DPRD Sumenep sudah tercoblos. Akibatnya, warga mengamuk dan tujuh penyelenggara mengamankan diri ke mapolsek.

(mr/mam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia