Minggu, 19 May 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Simpatisan Caleg Tertembak

Polres Amankan Pelaku dan Barang Bukti

18 April 2019, 14: 01: 51 WIB | editor : Abdul Basri

TERLUKA: Mansur, warga Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Sampang, dirawat di rumah mantan kepala desa setempat kemarin.

TERLUKA: Mansur, warga Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Sampang, dirawat di rumah mantan kepala desa setempat kemarin. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

SAMPANG – Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) di Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates, sempat diwarnai keributan kemarin (17/4). Sekitar pukul 10.15, seorang simpatisan salah satu calon DPRD Sampang tertembak. Lokasinya tak jauh dari tempat pemungutan suara (TPS) 08.

Insiden tersebut bermula saat Muarah bersama rekan-rekannya mengintimidasi dan mencoba merebut mandat saksi dari calon DPRD Sampang dari Partai Hanura, Moh. Farfar, di sejumlah TPS Desa Tapaan. Muarah merupakan salah satu tokoh di Kecamatan Banyuates.

Kejadian itu lalu disampaikan kepada tim dan keluarga Farfar. Mereka dikomando Moh, Wijdan, yang tak lain adalah keponakan Farfar, langsung mendatangi lokasi.

Moh. Wijdan mengungkapkan, kedatangannya ke lokasi untuk mengklarifikasi terhadap tindakan Muarah. Sebab, berdasarkan laporan dari saksi, yang melakukan intimidasi dan mau merebut mandat saksi adalah Muarah.

”Saya bertemu Muarah di tengah jalan. Saya turun dari mobil hendak menemui Muarah untuk menanyakan baik-baik,” ujarnya.

”Sempat dihadang oleh dua orang yang memegang celurit. Sempat saling serang juga. Saya waktu itu juga pegang pedang,” akunya.

Tiba-tiba Muarah mengeluarkan senjata api (senpi) dan ditembakkan kepada Wijdan. Tapi, tembakannya meleset. Peluru malah mengenai pergelangan tangan kanan Mansur, simpatisan Farfar yang ikut ke lokasi bersama Wijdan. ”Dua pendamping Muarah bawa celurit dan sempat disabetkan ke arah saya,” beber Wijdan.

Satu teman Muarah juga mengeluarkan senpi dan ditembakkan. Beruntung, tembakannya meleset. ”Teman saya ini terkena peluru senpi milik Muarah,” tuturnya.

”Saya kejar terus Muarah dan gerombolannya usai menembak. Mereka lari dan mundur. Kemudian saya balik menolong teman yang tertembak,” sambungnya.

Mansur merupakan warga Dusun Lonkebun, Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang. Dia mengungkapkan, ada empat kali tembakan dari senpi yang dipegang Muarah. Saat kejadian, dia berjarak sekitar 7 meter dari Muarah.

”Sempat cekcok dengan rekan saya itu, tapi dari kubu sana itu langsung mengeluarkan tembakan,” kata Mansur.

Anggota Panwascam Banyuates Sidik tidak bisa memberikan keterangan dan komentar secara detail. Sebab, kejadian tidak ada di lokasi. ”Benar ada kejadian itu, detailnya saya kurang tahu,” ujarnya.

Sementara itu, Panitia Pengawas Lapangan (PPL) Desa Tapaan Abdus Safik membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, tempat kejadian perkara (TKP) keributan antar dua kubu itu tak jauh dari lokasi TPS 08.

”Pemicunya karena ada upaya perebutan mandat saksi caleg, korban yang terkena tembak langsung dilarikan ke puskesmas,” ucapnya.

Kasubbaghumas Polres Sampang Ipda Eko Puji Waluyo mengatakan, ada sejumlah barang bukti yang diamankan. Antara lain, 6 buah selongsong peluru dan 4 proyektil peluru. Muarah sudah diamankan di Polres Sampang. ”Iya benar, pelaku sudah diamankan di polres,” tegasnya.

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia