Kamis, 17 Oct 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Pemilu untuk Kemajuan Bangsa Indonesia

Bupati Bangga Partisipasi Pemilih Tinggi

18 April 2019, 13: 59: 28 WIB | editor : Abdul Basri

KOMPAK: Bupati Sumenep A. Busyro Karim didampingi istri Nurfitriana menunjukkan jari yang sudah berwarna ungu setelah menggunakan hak suaranya di TPS 11 Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, kemarin.

KOMPAK: Bupati Sumenep A. Busyro Karim didampingi istri Nurfitriana menunjukkan jari yang sudah berwarna ungu setelah menggunakan hak suaranya di TPS 11 Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, kemarin. (HUMAS PEMKAB SUMENEP FOR RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengaku bangga karena partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019 tinggi. Menurutnya, tingkat kehadiran pemilih ke tempat pemungutan suara (TPS) kali ini melampaui pemilu-pemilu sebelumnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu menggunakan hak suaranya di TPS 11 Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep. Busyro didampingi sang istri Nurfitriana bersama anak-anaknya. Keduanya tampak kompak menggunakan baju serbakuning.

Usai menggunakan hak suara, Busyro menyampaikan bahwa pemilu kali ini memiliki nilai lebih dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab kali ini pemilihan digelar serentak, dari pemilihan presiden hingga pemilihan legislatif. Karena itulah ada tanggung jawab besar bagi seluruh masyarakat untuk menyukseskan pemilu.

”Tentu saja ada rasa tanggung jawab lebih besar dengan pilihan yang ada. Karena ini menyangkut kebijakan nasional lima tahun yang akan datang,” kata Busyro.

”Saya kira ada rasa tanggung jawab untuk menyempurnakan kekurangan dalam berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Siang kemarin bupati juga meninjau sejumlah TPS di wilayah perkotaan. Peninjauan itu dilakukan guna memastikan bahwa pemilu berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. Pesta demokrasi sudah mulai berjalan lebih baik di wilayah Sumenep.

”Yang pasti tinggi sekali kehadiran masyarakat. Alhamdulillah bagus. Dibandingkan pilkada yang kemarin-kemarin, ini tinggi sekarang,” paparnya.

Berdasar pantauan di lapangan, dia juga melihat masih banyak warga yang gagap menghadapi pemilu serentak. Dengan lima kertas suara, tidak semua warga bisa memilih dengan cepat. Apalagi calon anggota legislatif yang akan dipilih mencapai ratusan orang.

”Dari beberapa informasi, kesulitan-kesulitan itu terjadi terutama bagi masyarakat awam dan ini memang pertama kalinya,” jelasnya. ”Banyak sekali di dekat saya banyak yang tidak selesai-selesai. Itu kan berarti ada sesuatu yang baru di Indonesia ini langsung ada bersamaan antara legislatif dengan eksekutif,” tukasnya. 

(mr/mam/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia