Minggu, 26 May 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Surat Capres-Cawapres dan Caleg Tercoblos

KPPS Mengamankan Diri di Mapolsek

18 April 2019, 13: 54: 58 WIB | editor : Abdul Basri

BERMASALAH: Petugas menyegel kotak suara karena terjadi kecurangan di Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Sumenep, kemarin.

BERMASALAH: Petugas menyegel kotak suara karena terjadi kecurangan di Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Sumenep, kemarin. (HAMBALI RASIDI FOR RadarMadura.id)

SUMENEP – Imbauan pemilu damai dan bersih dinodai tindakan kotor oknum. Kecurangan terindikasi terjadi di tempat pemungutan suara (TPS) 03 Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Sumenep, kemarin (17/4).

Informasi yang diterima RadarMadura.id, ada 69 surat suara untuk calon DPRD kabupaten yang sudah tercoblos. Yakni dari PDIP nomor urut 1. Kemudian, 70 surat suara untuk capres-cawapres nomor urut 01 juga tercoblos.

Kejadian tersebut membuat pelaksanaan pemilu di TPS 03 dihentikan. Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Masalembu langsung mengamankan kotak suara beserta surat suara sebagai barang bukti (BB). Ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) beserta 6 anggota TPS 03 mengamankan diri ke Mapolsek Masalembu.

Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolsek Masalembu Iptu Rusdi. Ketua KPPS beserta keenam anggotanya telah mengamankan diri. Dikhawatirkan ada tindakan yang tidak diinginkan dari masyarakat.

”Benar, ketua dan anggotanya mengamankan diri ke kantor kami. Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari warga yang marah dengan kecurangan itu,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Panwascam Masalembu Nurul Elmi menyatakan hal serupa. Dia membenarkan adanya kecurangan yang terjadi di TPS 03 Desa Masalima. BB kecurangan sudah diamankan.

Namun, pihaknya tidak bisa memberikan banyak keterangan mengenai kejadian tersebut. Sebab saat dikonfirmasi, dia mengaku masih melakukan pemantauan ke TPS lain. Untuk memastikan tidak terjadi hal serupa seperti di TPS 03.

”Iya benar. Itu sudah valid. Kami juga masih proses pemantauan ke TPS lain,” kata dia saat dihubungi melalui telepon.

Selain dugaan kecurangan, Pemilu 2019 di Sumenep juga diwarnai dengan adanya TPS yang kekurangan surat suara. Itu terjadi di TPS 06 Desa Pordapor, Kecamatan Guluk-Guluk. Di TPS tersebut sempat mengalami kekurangan 100 surat suara.

Surat suara yang kurang tersebut untuk capres dan cawapres. Jumlah surat suara yang tersedia tidak sesuai dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Berdasarkan DPT di TPS 06 Dusun Pordapor Timur, Desa Pordapor, Kecamatan Guluk-Guluk, ada 281 pemilih. Namun, surat suara yang tersedia hanya 181 lembar.

Komisioner KPU Sumenep Abd. Hadi mengatakan, kasus kekurangan surat suara yang terjadi sudah diatasi. Masyarakat memang sempat menunggu. Panitia pemilihan kecamatan (PPK) segera mengatasi permasalahan tersebut dengan memenuhi kekurangan dari TPS-TPS terdekat. ”Sudah dipenuhi kekurangannya. Tidak masalah,” tegasnya. 

(mr/bad/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia