Sabtu, 25 May 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Kotak Suara Tertukar, Coblosan Molor

18 April 2019, 13: 46: 14 WIB | editor : Abdul Basri

SALURKAN HAK PILIH: Penghuni lapas memasukkan surat suara usai mencoblos di Lapas Kelas II-A Pamekasan kemarin.

SALURKAN HAK PILIH: Penghuni lapas memasukkan surat suara usai mencoblos di Lapas Kelas II-A Pamekasan kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

PAMEKASAN – Pesta demokrasi lima tahunan tidak dirasakan seluruh penghuni Lapas Kelas II-A Pamekasan. Ada 592 orang yang tidak bisa menyalurkan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) khusus lapas.

Mereka tidak terakomodasi dalam daftar pemilih tetap (DPT). Pada proses pencoblosan juga terjadi kendala. Kotak suara yang berisi surat suara tertukar. Akibatnya, pencoblosan molor.

Kepala Lapas Kelas II-A Pamekasan M. Hanafi menyampaikan, DPT untuk lapas hanya 384 orang. Padahal, penghuni hotel prodeo itu sebanyak 976. Perinciannya, kriminal umum sebanyak 353 orang.

Kemudian, narkoba sebanyak 623 orang. Dengan rincian, napi 585 orang dan tahanan 38. Belum lagi, sipir yang bertugas menjaga lapas. ”Seharusnya semua penghuni lapas bisa memilih. Minimal capres dan DPD,” katanya kemarin (17/4).

Menurut Hanafi, seharusnya penghuni lapas mendapat perlakuan khusus. Mereka tidak bisa pulang mengurus pindah pilih. Bahkan regulasinya, tahanan tidak boleh membawa e-KTP. Tetapi, untuk kepentingan pemilu, kartu identitas itu boleh dibawa.

Penyelenggara pemilu harusnya memfasilitasi agar penghuni lapas sepenuhnya bisa memilih. Sebab, tahanan lapas juga memiliki hak untuk memilih. ”Saya tidak tahu mengapa banyak yang tidak bisa memilih,” ujarnya.

Proses pencoblosan juga tidak berjalan lancar. Kotak suara di lapas, yakni TPS 18, tertukar dengan TPS 20. Akibatnya, terjadi kekurangan surat suara cukup signifikan.

DPT 18 Lapas Kelas II-A Pamekasan sebanyak 384 surat suara. Sementara surat suara yang ada di dalam kotak hanya 238. ”Pencoblosan molor. Seharusnya pukul 07.00 dimulai, diundur sampai pukul 09.00. Kami tidak berani membuka kotak suara karena tertukar,” sambungnya.

Setelah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), panitia pemungutan suara (PPS) datang dan diputuskan pencoblosan dilanjutkan. Sementara kekurangan surat suara dicarikan di TPS lain.

Kekacauan proses pemilihan juga terjadi di Desa Lancar, Kecamatan Larangan. Surat suara untuk TPS 004, 005, dan 006 tertukar dengan dapil III meliputi Kecamatan Batumarmar, Waru, dan Pasean.

Dapil V meliputi Kecamatan Pademawu, Larangan, dan Galis. Akibatnya, pencoblosan dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali setelah surat suara diganti.

Informasi dari informan RadarMadura.id, tertukarnya surat suara di TPS 005 diketahui panitia sebelum diberikan kepada pemilih. TPS 006 sebagian ada yang sudah dicoblos. Sementara TPS 004, pencoblosan sempat dihentikan dan kembali dimulai pukul 11.45.

Ketua KPU Pamekasan Moh. Hamzah mengatakan, surat suara yang tertukar mendapat penanganan cepat. Panitia langsung mengganti kertas coblosan yang tertukar. ”Langsung mendapat penanganan dari panitia,” tegasnya.

Hamzah mengakui, surat suara tertukar murni kekeliruan petugas saat pendistribusian. Tetapi, langsung mendapat penanganan secara cepat. ”Khusus DPT DI Lapas memang 384 orang,” tandasnya.

(mr/pen/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia