Sabtu, 23 Nov 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Puluhan CJH Gagal Berangkat

17 April 2019, 13: 19: 52 WIB | editor : Abdul Basri

Puluhan CJH Gagal Berangkat

Share this      

BANGKALAN – Tahun ini ada 612 calon jamaah haji (CJH) asal Bangkalan yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci. Namun, 71 CJH di antaranya dipastikan tidak bisa menunaikan rukum Islam ke-5 itu.

Penyebabnya, 20 CJH meninggal dan 51 CJH tidak melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Demikian disampaikan Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenang Bangkalan Wafir kemarin (16/4).

Dari kuota CJH yang disediakan, hanya 541 orang yang melunasi BPIH. ”Yang melakukan penundaan ada karena masalah biaya pelunasannya atau memiliki kegiatan lain,” ujarnya.

Wafir mengakui, kuota yang tidak terpenuhi karena penundaan dan CJH meninggal itu tidak hanya terjadi di Kota Salak, tetapi juga di seluruh daerah se-Jawa Timur (Jatim). Total ada 4.257 CJH se-Jatim yang dipastikan gagal berangkat.

”Sisa porsi ini akan dialokasikan ke jamaah lansia (lanjut usia), pendamping, penggabungan, terakhir cadangan,” jelasnya.

Kemenang mengusulkan 161 tambahan porsi CJH ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jatim. Perinciannya, 102 lansia, 45 pendampingan, dan 14 pendampingan mahram. Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan berapa kuota yang akan diberikan Kanwil Kemenag Jatim.

”Menunggu keputusan kanwil. Nanti ada nama-namnya yang dikirim ke kita untuk disampaikan kepada jamaah agar melunasi tahap kedua,” terangnya.

Dia menjelaskan, dari 20 CJH yang meninggal sebelum 25 Februari, biaya dikembalikan kepada ahli waris. Yang meninggal setelah 25 Februari dan sudah melunasi BPIH, pemberangkatan haji dapat diganti ahli waris.

”Yang meninggal setelah 25 Februari hanya 4 orang dan semua biayanya ditarik,” sambungnya.

Tahap selanjutnya, Kemenag akan mengadakan manasik atau simulasi penyelenggaraan haji. Rencananya dilaksanakan setelah Idul Fitri. Meski banyak yang melakukan manasik di tiap kelompok bimbingan haji (KBH), Wafir berharap CJH tetap berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

”Apalagi CJH kita rata-rata baru, jadi agar tidak kebingungan dan ibadahnya tambah khusyuk,” tambahnya.

Wafir mengimbau CJH agar betul-betul mempersiapkan mental dan fisik sebelum pemberangkatan. Tujuannya, mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan saat CJH melaksanakan ibadah nanti. ”Jaga kesehatan dan kondisi fisiknya, CJH harus terjaga,” sarannya.

Di tempat terpisah, anggota Komisi D DPRD Bangkalan Moh. Holifi meminta Kemenag mengumumkan hasil CJH yang mendapat porsi tambahan dari Kanwil Kemenag Jatim. ”Harus disampaikan langsung ke CJH agar mereka bisa mempersiapkan dengan baik segala kebutuhannya, terutama masalah keuangan,” pintanya. (jup)

 

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia