Jumat, 13 Dec 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Bakar Ribuan Surat Suara

17 April 2019, 13: 02: 49 WIB | editor : Abdul Basri

DIMUSNAHKAN: Komisioner KPU dan Bawaslu Bangkalan disaksikan pihak kepolisian membakar surat suara rusak kemarin.

DIMUSNAHKAN: Komisioner KPU dan Bawaslu Bangkalan disaksikan pihak kepolisian membakar surat suara rusak kemarin. (A. YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – KPU didampingi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bangkalan dan Polri memusnahkan ribuan surat suara yang rusak di halaman GOR Saka kemarin (16/4). Pemusnahan tersebut wajib dilakukan satu hari sebelum pemungutan surat suara.

Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar mengutarakan, surat suara yang dimusnahkan 4.480 lembar. Yakni, terdiri atas surat suara capres-cawapres, DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten, dan DPD RI. Namun, paling banyak untuk surat suara DPRD provinsi. Yakni, 2.309 surat suara. ”Dari hasil sortir dan pelipatan surat suara, terdapat ribuan surat suara rusak,” ujarnya.

Pemusnahan surat suara yang rusak itu merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran KPU RI Nomor 667 tentang Mekanisme Pemusnahan Logistik Pemilu. Kemudian, harus disaksikan oleh Bawaslu dan pihak kepolisan.

Menurut Fauzan, kerusakan itu memang dari percetakan. Ada yang bolong, robek, hingga tulisannya dalam surat suara tembus. ”Surat suara yang demikian itu tidak bisa digunakan. Langsung kami minta ganti dan sudah diganti sesuai jumlah yang rusak,” ujarnya.

Fauzan mengaku, sepanjang distribusi logistik dilaksanakan sejak Sabtu (13/4) hingga kemarin, terdapat lima kotak suara tidak bisa dipakai. Penyebabnya terkena hujan dan robek.

”Kalau 4 kotak suara sudah diganti. Hanya satu kotak suara dalam proses mengganti. Sebab, kejadiannya sekarang ini,” ungkap dia.

Sesuai jadwal, pendistribusian logistik harus selesai Senin (15/4). ”Kenapa di GOR ini masih ada pendistribusian? Karena logistik yang ada ini hanya untuk wilayah kecamatan,” terangnya.

Ketua Bawaslu Bangkalan A. Mustain Saleh mengatakan, dalam pemungutan suara hari ini, ada beberapa indeks kerawanan yang akan diantisipasi pengawas di lapangan. Yakni, rawan politik uang, rawan konflik, rawan sengketa, dan rawan bencana. ”Kami mulai antisipasi dan keliling tiap malam,” klaimnya.

Untuk kerawanan money politics, itu paling tinggi dapil 1. Yakni, Bangkalan, Socah, dan Arosbaya. Indikatornya, jumlah penduduk padat. Kemudian, berkaca pada peristiwa Pemilu 2014 dan Pilkada 2018.

”Ancamannya ya pidana. Kalau terseret sampai ke caleg yang memberikan dan menyuruh, selain pidana, juga diskualifikasi walaupun mereka terpilih,” tegasnya.

Kemudian untuk rawan konflik antarmasyarakat dan peserta, yakni di dapil 2 dan dapil 3. Sedangkan rawan sengketa dan gugatan itu ada di dapil 5 (Kamal, Labang, Tragah, dan Kwanyar.

”Persaingan caleg di sana sangat ketat. Kekuatannya hampir sama. Maka, potensi ada sengketa. Sementara untuk rawan bencana berada di dapil 4. Karena kita tahu sendiri Blega bagaimana,” tandasnya.

(mr/daf/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia