Jumat, 19 Apr 2019
radarmadura
icon featured
Berita Kota

Butuh Sinergitas Empat Bupati PT KAI untuk Aktifkan Kereta Api Madura

15 April 2019, 01: 59: 19 WIB | editor : Abdul Basri

Butuh Sinergitas Empat Bupati PT KAI untuk Aktifkan Kereta Api Madura

SURABAYA – Mode transportasi kereta api pernah beroperasi di Madura. Bahkan, pernah berjaya pada masanya. Namun, kini sudah tutup dan tinggal kenangan.

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) tidak memiliki anggaran untuk mengaktifkan kembali. Dibutuhkan peran empat pemerintah kabupaten di Madura untuk mengembalikan kejayaan kereta api di Pulau Garam.

Eksekutif Vice President PT KAI Daerah Operasi (Daop) VII Surabaya Suryawan.

Eksekutif Vice President PT KAI Daerah Operasi (Daop) VII Surabaya Suryawan. (BAHRUL ULUM/RadarMadura.id)

Kerata api mulai beroperasi di Madura pada 1897 dalam kepemilikan Madoera Stoomtram Maatschappij (MdrSM). Jalur kereta api pernah melayani rute Madura sepanjang sekitar 425 kilometer.

Stasiun Kamal, Bangkalan berada paling ujung barat. Sementara ujung timur terdapat stasiun Kalianget, Sumenep. Segmen kereta api melayani beberapa rute, yaitu Kamal–Bangkalan, Bangkalan–Tunjung, Tunjung–Kwanyar, dan Telang–Labang–Sukolilo.

Lalu, Segmen Kamal–Kwanyar via Sukolilo dan Kwanyar–Kalianget via Bangkalan. Saat itu, keberadaan kereta api berjaya lantaran menjadi alat transportasi primadona masyarakat. Dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, mode transportasi roda empat mulai masuk Madura dan dijadikan mobil penumpang umum (MPU). Seiring waktu kereta api kalah bersaing. Akibatnya, pada 1984 kereta api dinyatakan tutup. Sekarang masuk dalam Daerah Operasi (Daop) VIII Surabaya.

Eksekutif Vice President PT KAI Daerah Operas (Daop) VII Surabaya Suryawan mengatakan, belum ada rencana pasti kereta api di Madura akan diaktifkan kembali. Namun, masih akan berkoordinasi dengan para petinggi di Madura. Pembicaraan dengan Pemkab Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep untuk mengetahui apakah perlu diaktifkan kembali atau tidak.

”Kalau ngomong mau diaktifkan atau tidak, kita akan coba diskusi dengan empat pemerintah daerah di Madura. Kira-kira ini dibutuhkan atau tidak,” ucapnya usai melakukan audiensi dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (11/4).

Dia mengungkapkan, PT KAI tidak memiliki anggaran untuk mengaktifkan kembali kereta api di Madura. Namun, jika kereta api dibutuhkan, pihaknya dorong empat bupati untuk berpikir dan mencari solusi. Selain itu, perlu berkoordinasi dengan pemerintah pusat. ”Kita bantu nantinya gimana prosedur untuk mewujudkan itu semua,” ucapnya.

Selain berkoordinasi dengan pemerintah, PT KAI juga perlu mempertimbangkan jalur rel yang kini sudah banyak alih fungsi. Tidak sedikit lahan PT KAI di Madura jadi tempat tinggal, tempat usaha, dan kos-kosan oleh masyarakat.

Melihat itu, Suryawan menilai masyarakat Madura sudah dewasa. Mereka tahu dan paham jika lahan yang ditempati milik PT KAI. Karena itu, jika nanti dibutuhkan oleh perusahaan untuk pengaktifan kereta api, masyarakat dengan ikhlas akan mengembalikan. ”Insyaallah mereka sadar yang mereka tempati itu lahan milik PT KAI,” tutupnya.

(mr/bam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia