Jumat, 19 Apr 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Kerabat Hadari Balik Polisikan HS

Dugaan Penggelapan Motor

14 April 2019, 15: 55: 01 WIB | editor : Abdul Basri

SEMANGAT: HS didampingi Muslim selaku kuasa hukum menunjukkan bukti somasi yang dilayangkan kepada Hadari, Jumat (12/4).

SEMANGAT: HS didampingi Muslim selaku kuasa hukum menunjukkan bukti somasi yang dilayangkan kepada Hadari, Jumat (12/4). (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

PAMEKASAN – Hubungan asmara anggota DPRD Pamekasan Muhammad Hadari dengan perempuan berinisial HS semakin retak. Kedua pihak sama-sama lapor polisi dengan kasus berbeda. Setelah HS melaporkan dugaan penganiayaan, giliran kerabat Hadari melaporkan perempuan berhijab itu atas dugaan penggelapan motor.

Dugaan penggelapan motor yang dilakukan HS itu dilaporkan Rafiqi, 36, warga Kelurahan Barurambat Timur, Kecamatan Pademawu. Rafiqi merupakan famili Hadari. Laporan tersebut teregister dengan nomor LP 100/IV/2019/JATIM/RES PMK tanggal 11 April 2014.

Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa HS diduga menggelapkan motor. Kronologisnya, Kamis, 26 Juli 2018 Hadari meminjam motor milik Rafiqi. Motor tersebut bakal digunakan HS. Sore hari itu, Rafiqi mengantarkan motor tersebut kepada HS yang berada di rumah kos di Desa Budagan, Kecamatan Pademawu.

Sepeda motor dengan pelat nomor M 4743 AU itu tak kunjung dikembalikan. Bahkan, beberapa bulan lalu, motor Yamaha Mio itu dijual. Rafiqi merasa dirugikan secara materiel senilai Rp 6 juta. Karena itu, persoalan tersebut dilaporkan ke Polres Pamekasan, Kamis (11/4).

Kepada RadarMadura.id, Hadari mengaku laporan yang disampaikan Rafiqi atas sepengetahuannya. Dugaan penggelapan motor itu terjadi beberapa bulan lalu. Namun, Hadari enggan menjelaskan secara detail motif pelaporan tersebut. Sebab, semua proses hukum yang menyangkut dia dipasrahkan kepada penasihat hukum. ”Biar penasihat hukum saya saja nanti yang menjelaskan,” katanya kemarin (13/4).

Sementara HS mengaku kaget dengan pelaporan dugaan penggelapan motor itu. Perempuan asal Sumenep itu tidak merasa menggelapkan motor milik siapa pun. ”Motornya siapa? Merek apa? Saya tidak tahu,” katanya.

Dengan demikian, dia siap menghadapi pelaporan yang dinilai hanya akal-akalan Hadari. HS menduga, laporan itu hanya untuk mengaburkan dugaan penganiayaan yang diproses penyidik Polres Pamekasan.

Jika dimintai keterangan oleh polisi terkait kasus dugaan penggelapan motor itu, dia siap memberikan klarifikasi. Laporan tersebut juga tidak akan mengganggu konsentrasi HS. Kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan pada Selasa (9/4) itu mulai ada progres. Dia sempat menjalani visum ulang. ”Hasilnya sudah diberikan ke polisi,” katanya.

Mantan karyawan bank swasta itu juga akan membawa kasus kekerasan itu ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Pamekasan. Mengingat, Hadari merupakan wakil rakyat yang seharusnya memberi contoh perilaku yang baik.

Pengaduan tersebut akan disampaikan Senin (15/4). BK DPRD Pamekasan diharapkan memproses kasus tersebut dengan cepat dan profesional. ”Pasti kami adukan ke BK,” tandasnya.

Sebelumnya, HS melaporkan Hadari ke polisi atas dugaan penganiayaan, Selasa (9/4). Perempuan 30 tahun itu mengaku tidak kuat dengan ulah kelakuan pria yang menikahinya secara siri itu. Sebab, dia mengaku sering mendapat kekerasan dari tangan politikus Partai Nasdem tersebut.

Selain itu, HS mengadukan Hadari ke polres atas dugaan pemalsuan akun media sosial (medsos) Jumat (12/4). Muslim selaku kuasa hukum HS mengatakan, Hadari diduga kuat memalsukan akun Facebook dan Instagram. Medsos yang diduga dipalsukan Hadari itu mem-posting foto pribadi HS dan menulis status yang dinilai merugikan HS.

Beberapa bukti disampaikan kepada penyidik. Namun, belum mendapat register. Sebab, di Polres Pamekasan tidak ada unit cyber crime. Karena itu, laporan itu akan disampaikan ke Polda Jatim.

(mr/pen/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia